Wolbachia mengatasi cara ampuh untuk mengendalikan demam berdarah.

Kementerian Kesehatan telah menetapkan melalui Keputusan Menteri kesehatan RI Nomor 1341 tentang Penyelenggaran Pilot project Implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan dengue, yang  dilaksanakan di 5 Kota yaitu Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Kupang. Pemilihan 5 kota sebagai pilot projek berdasarkan kajian dengan UGM yang didasarkan pada pertimbangan : Efektifitas teknologi Wolbachia (Kepadatan Penduduk), Stranas Penaggulangan Dengue 2021-2025, Kasus dengue dan Incidance Rate tinggi, Kapasitas daerah dan penerimaan masyarakat, Keterwakilan wilayah. Kota terpilih menjadi pilot implentasi teknoligi wolbachia dengan komitmen pemerintah yang kuat, manajemen program yang cukup baik serta partisipasi masyarakat cukup tinggi diharapkan menjadi kunci utama  dalam mengimplementasikan teknologi wolbachia ini. 

Pertemuan ini diharapkan menjadi evaluasi bagi pelaksanaan implementasi teknologi wolbachia apakah sudah sesuai atau masih perlu ditingkatkan dari sisi teknis maupun koordinatif dilapangannya. Perwakilan dari 5 kota tersebut, memaparkan hasil dari program yang sudah dijalankan di daerah masing-masing. Kegaiatan yang sudah dijalan akan tetap dijalankan, walaupun situasi saat ini juga menjadi perhatian kita bersama sehubungan dengan adalnya penolakan dari sekelompok masyarakat yang menentang penyebaran nyamuk berwolbachia, dan tentunya implikasinya pada pelaksanaan pilot projek implementasi teknologi wolbachia di 5 kota.

Dalam Kegiatan ini ada season temu media secara daring, Pak Maxi selaku Dirjen P2P beserta dengan tim dari UGM ikut menghadiri. Pak Dirjen P2P menjelaskan kepada media bawah UGM melakukan penelitian Wolbachia tahun 2011 – 2015 terkait mengenai Safety dan penerimaan masyarakat. Dengan adanya uji kajian resiko dan efektifitas teknologi yang di lakukan di Yogyakarta maka pada tahun 2021 telah direkomendasikan tentang Nyamuk Ber Wolbachia oleh WHO (Vektor Control Advisary Group), adanya rekomendasi WHO, Penerapan teknologi nyamuk ber-wolbachia sudah melalui kajian dan analisis risiko dengan melibatkan 25 peneliti top Indonesia, dan hasilnya bagus, sudah diujicobakan di Yogyakarta sekitar 5-6 tahun lalu dan hasilnya sangat menggembirakan” kata Dirjen Maxi saat menjadi pembicara dalam temu media bertajuk “Mengatasi DBD Dengan Wolbachia” pada Jumat (24/11).

Hasil kajian dan efektivitas ini selanjutnya dikirim ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan akhirnya pada tahun 2021 nyamuk ber-wolbachia direkomendasikan oleh WHO. Mempertimbangkan hasil yang baik tersebut, Kementerian Kesehatan selanjutnya memutuskan untuk memperluas area penyebaran nyamuk Wolbachia di lima kota di Indonesia. Kelima kota itu diantaranya Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang dan Kupang.

Kemenkes Menyusun Setrategi Nasional Penanggulangan Dengue tahun 2021 – 2025, dalam Stranas tersebut ada 6 setrategi dan disetrategi ke 6 adalah Penanggulangan Dengue dengen inovasi berbasis bukti dan salah satunya adalah Teknologi nyamuk ber wolbachia. Kemenkes juga telah mengeluarkan Buku Pedoman Penanggulangan Dengue dengan metode nyamuk ber-wolbachia di 5 kota untuk memastikan implementasi wolbachia berjalan baik sesuai dengan penelitian di Yogyakarta. (CRP)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >