Surveilans ILI-SARI Strategi Kunci Kesiapsiagaan Saat Pandemi Influenza

Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus dan memiliki gejala ringan sampai berat. Virus influenza merupakan virus RNA, sangat mudah dan cepat bermutasi serta berpotensi pandemi. Pandemi tidak dapat diprediksi, dapat terjadi berulang, dan berdampak pada kesehatan, sosial, ekonomi dan politik serta pertahanan dan keamanan negara. Oleh karena itu, Indonesia terus melakukan upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman pandemi virus tersebut untuk dapat melakukan mitigasi dampak dan pengendalian darurat.

Seperti yang kita ketahui, dalam 3 tahun ini Indonesia telah mengalami situasi pandemic COVID-19 dengan kematian 6 juta jiwa. Salah satu upaya kesiapsiagaan adalah dengan membangun sistem Surveilans Influenza dimana melalui WHO Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS) yang dapat menurunkan beban influenza, menekan risiko influenza zoonosis, dan mitigasi dampak pandemi influenza. Strategi yang ditetapkan mencakup peningkatan riset dan inovasi; peningkatan influenza surveillance global, monitoring dan pemakaian data; perluasan kebijakan dan program pencegahan dan pengendalian influenza musiman untuk melindungi kelompok rentan; dan peningkatan kesiapsiagaan dan respon pandemi influenza.

Indonesia telah berkontribusi dalam monitoring dan risk assesment influenza global. Dalam masa transisi pandemic ke endemic tahun ini akan dilakukan pengembangan ke beberapa site dan penguatan site sentinel ILI-SARI yang sudah existing.
Oleh karena itu, Direktorat Jenderal P2PM melaksanakan orientasi pada 10 RS vertikal sebagai site pengembangan sentinel SARI pada 3 Juli 2023. Pertemuan dibuka oleh Direktur Jenderal P2P, Dr.dr.Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS didampingi oleh Direktur P2PM, dr. Imran Pambudi, MPHM.
Surveilans influenza yang saat ini existing di Indonesia yaitu Surveilans Influenza Like Illness (ILI) yang dilaksanakan di 31 puskesmas (di 26 provinsi) dan Surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 9 RSUD yang merupakan bagian dari Global Infuenza Surveillance & Response GISRS.
Dalam sambutan Dirjen menyampaikan bahwa surveilans ILI-SARI merupakan salah satu strategi dalam transisi pandemic ke endemic dan di tahun 2023 ini. Dalam mempersiapkan fase endemic COVID-19 telah dilakukan penguatan pada site existing dan pengembangan ke beberapa site ILI, site SARI dan Laboratorium rujukan sebanyak 39 PKM, 37 RS, 14 KKP, 13 Laboratorium Regional, 15 Laboratorium WGS.

”Dengan mengambil pembelajaran COVID-19 serta fungsi penting surveilans sentinel ILI-SARI, maka setiap provinsi dipersiapkan mempunyai 1 (satu) PKM sebagai site ILI dan 1 (satu) RS sebagai site SARI dan pengembangan lain yaitu ke KKP (PoE) sebagai site ILI, Laboratorium regional dan Laboratorium WGS.” Ujar Dirjen
Dengan adanya perluasan ini akan mempersingkat alur shipment untuk memudahkan pengiriman dan pemeriksaan spesimen dan mempercepat diketahuinya hasil pemeriksaan, disamping itu juga bermanfaat dalam memantau penilaian keparahan SARI.


Hal lain yang menjadi pertimbangan yaitu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 5 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan terjadi perubahan nomenklatur Pusat BTDK Dengan berubahnya fungsi dan tugas Badan Litbangkes menjadi Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) yang tidak lagi menjadi pusat laboratorium rujukan nasional, sehingga terdapat beberapa perubahan yang harus dilakukan terkait keberlanjutan pelaksanaan Surveilans Influenza dan COVID-19 agar tetap dapat berjalan dengan baik. Tambahnya

Dirjen berharap dengan orientasi ini dapat meningkatkan komitmen dan kinerja untuk melakukan kegiatan surveilans yang berkualitas dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza dan corona, meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian serta meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi. (nda/crp)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >