Sosialisasi Imunisasi Antigen Baru dan Imunisasi Ganda guna meningkatkan Awarenes Masyarakat

Hari ini rabu (26/10/2023), Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine MKM bersama Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan RI Ida Budi Gunadi didampingi Ibu Ketua DWP Direktorat Pencegahan Pengendalian Penyakit Mercy C. Rumbay dan Sekretaris Kota Batam menghadiri kegiatan Sosialisasi Imunisasi Antigen Baru dan Imunisasi Ganda guna meningkatkan Awarenes Masyarakat yang diadakan  di dua tempat yaitu di Posyandu mawar 15 fasum rt 02. RW 15. Pesona Mantang dan dilanjutkan di Hotel Golden View bahwa Kementerian kesehatan terus berkomitmen dalam meningkatkan perlindungan masyarakat indonesia dari penyakit infeksi yang disebabkan virus melalui imunisasi rutin lengkap. Hal ini diungkapkan Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan RI Ida Budi Gunadi dalam lawatannya ke Batam.  

Lebih lanjut Ida menyampaikan “Tujuan pemberian vaksin semua ini sebagai salah satu langkah nyata dalam melindungi generasi muda dari berbagai penyakit yang dapat mengancam kehidupan mereka saat ini dan masa yang akan datang. Imunisasi ini sebagai intervensi spesifik upaya pencegahan sehingga Adapun empat antigen baru yang masuk dan melengkapi imunisasi rutin lengkap yaitu imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine), RV (Rotavirus), HPV (Human Papillomavirus) dan IPV dosis 2 (Inactivated Poliovirus Vaccine).karena jenis imunisasi yang harus diberikan dan dilengkapi untuk anak yaitu pertama imunisasi rotavirus yang dirancang untuk melindungi anak dari penyakit diare berat yang disebabkan oleh infeksi rotavirus. Kedua imunisasi PCV untuk melindungi anak dari penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumonia. Terakhir imunisasi HPV untuk anak perempuan kelas 5 dan 6 SD sederajat yang dirancang untuk mencegah kanker servik akibat infeksi yang disebabkan oleh human papilloma virus, dan imunisasi HPV tersebut telah digratiskan pemerintah.

Pemberian imunisasi antigen tersebut juga sejalan dengan pilar transformasi kesehatan yang telah dicanangkan kementerian kesehatan pada tahun 2022 yaitu transformasi layanan primer dimana tujuan paling inti adalah lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Sekretaris kota Batam Jefri menyatakan bahwa pemerintah kota Batam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi rutin lengkap sebagai langkah awal upaya memutus penularan penyakit.“Kota Batam tidak hanya melayani masyarakat Indonesia tetapi juga pekerja migran dari negara lain seperti Singapura dan Malaysia karena kota Batam adalah pintu masuk utama bagi pekerja migran luar Indonesia” Ungkap Jefri. Disamping itu juga ada beberapa Warga Kota Batam mengaku bersyukur dengan adanya penambahan antigen vaksin untuk imunisasi dasar lengkap saat ini. Sehingga anak anak bisa terlindung dari penyakit diare berat tanpa orang tua harus merogoh kocek dalam dalam untuk vaksin berbayar.  Karena Kalau PCV dan RV kan kemarin harus bayar nah sekarang udah masuk program pemerintah jadi nggak bayar lagi. Mudah-mudahan imunisasi yang lain yang masih berbayar bisa masuk program pemerintah dan semoga semua imunisasi masuk program pemerintah dan disediakan di posyandu agar lebih memudahkan, dan tidak jauh-jauh lagi ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan imunisasinya. (Ink)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >