Simulasi Penanggulangan Kejadian Penyakit Pastikan Labuan Bajo Aman dari Wabah

Sistem kesehatan Indonesia telah mengalami beberapa perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, kemajuan teknologi, dan tantangan kesehatan yang semakin kompleks, transformasi sistem kesehatan menjadi salah satu misi yang harus dilaksanakan.

Pandemi COVID-19 yang pernah kita alami merupakan satu bentuk ancaman nyata yang telah menimbulkan dampak  kesehatan, ekonomi, sosial, dan keamanan yang luas di Indonesia maupun di dunia, selain itu, arus globalisasi transportasi, perdagangan dan informasi, pesatnya  perkembangan ilmu dan tehnologi ditambah lagi munculnya ancaman penyakit emerging maupun re-emerging infectious diseases dan peningkatan risiko kesehatan menyebabkan semakin meningkatnya ancaman atau risiko penularan penyakit dan faktor risiko kesehatan yang berpotensi menimbulkan wabah, sehingga menuntut adanya upaya cegah tangkal penyakit dan pengendalian faktor risiko kesehatan yang komprehensif dan terkoordinasi.

Oleh karena itu, pada 26 Oktober 2023, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah melaksanakan Simulasi Penanggulangan Kejadian Penyakit Berpotensi Wabah di Labuan Bajo,Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dipimpin oleh Direktur Jenderal P2P, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM MARS  didampingi oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, S.E.

Dalam amanatnya, Dirjen menyampaikan bahwa Simulasi inimerupakan bentuk uji Rencana Kontinjensi yang telah dipersiapkan. Tepat dan efektifnya suatu Rencana Kontijensi Kedaruratan Kesehatan hanya  dapat diketahui  dengan menerapkannya dalam kejadian sebenarnya atau dengan mengujinya dalam  table top exercise maupun simulasiRencana Kontijensi hanya dapat diterapkan dengan baik, bila seluruh jajaran terkait dan segenap lapisan masyarakat, termasuk kalangan swasta  serta  pelaku usaha turut berperan serta dan bekerjasama dengan baik.

Peran pemerintah daerah juga sangat penting karena prosedur yang dilakukan sesudah pelaksanaan karantina pintu masuk adalah karantina wilayah. Begitu pasien dirujuk ke rumah sakit atau puskesmas maka kewenangan ada di pemerintah daerah. Hal ini untuk memastikan proses evakuasi berjalan dengan lancar.

Simulasi ini merupakan salah satu penguatan surveilans yang dilakukan di pintu masuk Negara. Potensi terjadinya wabah penyakit tidak bisa dihindari, semakin terbukanya transportasi dan perubahan lingkungan sangat memungkinkan terjadinya mutasi virus yang menimbulkan berbagai penyakit. Namun dengan kesiapsiagaan, semua itu dapat diatasi dengan baik. Dirjen berharap semoga dengan adanya simulasi ini, Kabupaten Manggarai Barat dapat lebih siap dalam menghadapi ancaman yang terjadi, yang tentu saja ancaman ini tidak kita harapkan akan terjadi namun jika terjadi kita telah siap dalam mengantisipasinya. Semoga semua upaya yang  sudah kita lakukan ini dapat membawa manfaat yang luas bagi seluruh kalangan dan masyarakat.

“Mari kita bahu membahu, saling melengkapi, berkoordinasi, dan bekerjasama dengan sebaik – baiknya dalam mewujudkan Kabupaten Manggarai Barat yang siap siaga menghadapi Kejadian Penyakit Yang Berpotensi Wabah. Kita perlu waspada dan bersiap diri terhadap ancaman atau risiko penularan penyakit dan faktor risiko kesehatan yang berpotensi menimbulkan wabah.” kata Dirjen. (NDA/ISF)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >