Pesantren Nurul Jadid Pelopor Pencegahan Dengue di Kabupaten Probolinggo

Masih dalam rangkaian kegiatan peringatan HKN ke 59, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengadakan kegiatan Germas Pengendalian Penyakit Menular pada Selasa, 28 November 2023 di Pondok Pesantren Nurul Jadid Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS didampingi oleh Direktur P2PM, dr. Imran Pambudi, MPHM dan PJ Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, S.Sos, M.Si, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH ABD Hamid Wahid, M.Ag serta Pimpinan Forkompinda Kab. Probolinggo.

Saat ini, situasi dengue masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi dan sering menimbulkan KLB dan kematian. Pada tahun 2023, jumlah komulatif kasus dengue sampai dengan minggu ke 45 adalah 76.449 kasus dengan jumlah kematian 571.

Adapun beberapa tantangan yang kita hadapi di dalam penanggulangan Dengue diantara nya masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda dan gejala Dengue sehingga seringkali menyebabkan keterlambatan penanganan penderita Dengue ke layanan Kesehatan dan belum membudayanya Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang) serta kegiatan lain untuk mencegah penularan DBD di masyarakat.

Dalam sambutan Dirjen menyampaikan dengan telah ditentukannya  target menuju zero death pada 2030, Pemerintah telah melakukan beberapa inovasi untuk mengurangi DBD menuju kematian nol, yaitu Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan serentak meluangkan waktu 10 menit, pada pukul 10, selama minimal 10 minggu setiap hari minggu untuk melaksanakan 3 M plus (menguras, menutup, mendaur ulang) dan kegiatan lain untuk mencegah penularan infeksi dengue, telah ada 2 (dua) vaksin dengue yang telah mendapat izin edar dari Badan POM RI yang sementara ini dapat digunakan menjadi vaksinasi, dan pemanfaatan inovasi vektor berupa teknologi nyamuk ber Wolbachia yang terbukti efektif untuk pencegahan dengue.

Saat ini sedang dilakukan Pilot implementasi Wolbachia di 5 Kota sebelum diperluas dalam skala nasional yaitu di Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Bontang dan Kota Kupang.

Dirjen juga mengapresiasi dengan adanya Klinik di Pondok Pesantren. Hal ini sejalan dengan transformasi kesehatan pilar I yaitu penguatan layanan primer, dimana pelayanan klinik sudah melakukan skrining penyakit menular maupun penyakit tidak menular yang diharapkan nantinya hasil pemeriksaan dapat langsung dilaporkan di aplikasi satu sehat secara berkala dengan berkoordinasi Dinas Kesehatan.

Dirjen berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh oleh Pj Bupati Probolinggo dan seluruh stakeholder dalam upaya penggulangan dengue di Kab. Probolinggo serta perlu nya kerjasama secara terpadu antara masyarakat dengan para akademisi, organisasi profesi, mitra pembangunan untuk bekerjasama menangulangi DBD di Indonesia. Mari bersama kita wujudkan “ Indonesia Bebas Dengue”. Ajak Dirjen

(Nda/Ink)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >