Pemeriksaan, Gejala, dan Diet untuk Jantung

Deteksi dini penyakit jantung sangat dianjurkan pada orang-orang usia diatas 40 tahun dan juga kelompok risiko tinggi, misalnya pada mereka yang memiliki hipertensi atau diabetes

Skrining atau pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain dengan rekam jantung (elektrokardiografi), treadmill test, USG jantung (ekokardiografi)

Beberapa gejala penyakit jantung yang perlu diwaspadai:

  • Jantung berdebar-debar atau dikenal dengan palpitasi. Gejala jantung ini terasa seperti dada diremas-remas
  • Ada rasa mual dan muntah
  • Sesak nafas, yang biasanya disertai dengan keringat dingin, rasa lemas, jantung berdebar, bahkan mengalami pingsan
  • Berkeringat dingin dan mudah lelah
  • Nyeri dada sebelah kiri, penderita biasanya merasakan sakit seperti ditimpa beban berat, rasa sakit , seperti terjepit atau terbakar di dada
  • Pusing atau sakit kepala

Diet pada penderita jantung koroner:

  • Batasi penggunaan garam bila ada tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Bahan makanan yang berlemak sebaiknya dibatasi. Pilihlah daging tanpa lemak, ikan segar, ayam, dll
  • Bagi yang terlalu gemuk (obesitas), makanan pokok sebagai sumber karbohidrat harus dikurangi (beras, roti, mie, kentang, bihun, biskuit, tepung-tepungan, dll)
  • Hindari sayuran yang mengandung gas (kol, lobak, nangka muda)
  • Semua buah boleh dimakan (nangka, durian, alpukat diberikan dalam jumlah terbatas)
  • Pilihlah makanan yang mudah dicerna
  • Dianjurkan untuk tidak minum kopi dan alkohol
  • Dalam memasak tidak menggunakan bumbu yang kuat
  • Usahakan untuk mengurangi makanan gorengan dan santan yang kental 

Kunjungi media sosial Penyakit Tidak Menular Indonesia untuk mendapatkan informasi penting lainnya.

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >