Dirjen Maxi Minta Lakukan Persiapan Exit Strategy Dalam Percepatan Program HIV PIMS, Tuberkulosis, dan Malaria di Tahun 2023

“Terima kasih dan penghargaan saya sampaikan kepada Saudara-saudara dari seluruh provinsi di Tanah Air dan jajaran lintas sektor yang telah mendukung pelaksanaan Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria menuju tercapainya Ending AIDS, Eliminasi Tuberkulosis, dan Indonesia Bebas Malaria tahun 2030. Selama 3 tahun terakhir ini dalam situasi Pandemi COVID-19,” ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS dalam Sambutannya saat membuka Pertemuan Nasional Program HIV PIMS, Tuberkulosis, dan Malaria Tahun 2023, pada (31/1) di The Sultan Hotel & Residence Jakarta.

Dalam laporannya Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr. Imran Pambudi, M.P.H.M menyampaikan tujuan umum pertemuan ini adalah monitoring, evaluasi dan perencanaan atas capaian program, indikator dan serapan dana hibah GF ATM Komponen AIDS, Tuberkulosis dan Malaria tahun 2023. Sedangkan Tujuan khusus pertemuan ini adalah :
1. Mengevaluasi pelaksanaan Program AIDS, TBC, Malaria Tahun 2022
2. Mengidentifikasi kendala pelaksanaan Program AIDS, TBC, Malaria Tahun 2022
3. Mensosialisasikan update kebijakan Program AIDS, TBC, Malaria Tahun 2023
4. Mensosialisasikan strategi dan intervensi kunci Program AIDS, TBC, Malaria Tahun 2023
5. Menyusun rencana kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk Akselerasi Capaian Program TBC Tahun 2023 dan Penguatan Intervensi Pelibatan Fasyankes dalam Program TBC Tahun 2023
6. Menyusun perencanaan kegiatan pengendalian Malaria pada tahun 2023
7. Berbagi pengalaman tentang inovasi di bidang Penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria.

Berbagai keberhasilan telah dicapai dalam Pengendalian AIDS dan TBC untuk meningkatkan cakupan dan akses masyarakat pada pelayanan AIDS dan TBC yang komprehensif, bermutu, dan merata. Dimana terjadi penurunan infeksi baru HIV, penurunan kematian yang berhubungan AIDS dan kita berharap untuk tidak ada lagi stigma dan diskriminasi akibat HIV AIDS dan PIMS. Untuk Program TBC terdapat peningkatan penemuan kasus TBC sebesar 74% dari 969.000 estimasi insiden TBC setelah masa pandemic COVID-19 bahkan dibandingkan dengan penemuan kasus TBC tahun 2019. Sedangkan dalam Pengendalian Malaria, kita bersyukur karena telah mencapai target eliminasi malaria sebanyak 372 kabupaten/kota dari 365 kabupaten/kota yang ditargetkan pada tahun 2022. Dirjen Maxi menyampaikan apresiasi, karena keberhasilan ini dicapai berkat kerja-keras, kerja-cerdas dan kerja-ikhlas dari seluruh jajaran Pemda Provinsi, Kabupaten/Kota bersama seluruh lapisan masyarakat.

Pada Kesempatan yang baik ini Dirjen Maxi juga mengajak seluruh jajaran kementerian/lembaga terkait untuk melakukan upaya intensif guna menghadirkan intervensi-intervensi baru dalam: (1) Mempercepat penurunan beban penyakit AIDS, TBC dan Malaria di Indonesia, (2) Memperkuat pelaksanaan surveilans, dan (3) Memperluas digitalisasi manajemen sistem informasi kesehatan kita agar diperoleh data yang akurat, valid, reliable, dan real time. “Kita berharap agar ketergantungan kita pada bantuan internasional akan semakin berkurang, Upaya untuk mempersiapkan exit strategy guna mengantisipasi berakhirnya bantuan internasional harus kita lakukan. Sebab situasi perekonomian dunia yang tidak kondusif, seperti banyak diramalkan para ahli ekonomi dunia dan diberitakan di media, harus kita antisipasi dan waspadai dengan sebaik-baiknya” harap Dirjen Maxi.

Pertemuan Nasional Program HIV, PIMS,Tuberkulosis, dan Malaria Tahun 2023 dilaksanakan pada 31 Januari – 4 Februari 2023 bertempat di The Sultan Hotel & Residence Jakarta. Adapun narasumber berasal dari Lintas Program dari Kemenkes, Kemendagri, Kemendes dan PDTT, Ketua Country Coordinating Mechanism (CCM), PMUC Global Fund ATM Komponen AIDS, Tuberkulosis dan Malaria, Focal Point Tim Kerja HIV-AIDS & IMS, Tuberkulosis dan Malaria. Sedangkan peserta sebanyak 628 orang yang berasal dari Kemenkes, SR GF ATM, partner HIV PIMS, Tuberkulosis dan Malaria, Dinkes Provinsi Bidang P2P, serta Para Pengelola Program.(SSH/ADT)

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >