Pedoman Pengendalian Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, sering disebut sebagai “the silent killer” karena sering tanpa keluhan. Pasien sering tidak tahu bahwa dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapati dirinya sudah mengidap penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Penting untuk melakukan pengendalian hipertensi harus dilaksanakan secara berkesinambungan (Continuum of Care) yang dilaksanakan sepanjang siklus hidup dimulai dari kandungan hingga usia lanjut dari tingkat masyarakat, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL). Selain itu, dalam pengendalian hipertensi memperhatikan upaya yang terintegrasi mulai dari kegiatan promosi dan edukasi, deteksi dini, penegakan diagnosis, tatalaksana penyakit hingga pengendalian komplikasi dan rehabilitasi.

Dalam hal acara ini, dengan bertema “Hipertensi adalah the Silent Killer” bertujuan untuk pengendalian hipertensi di Indonesia dapat tercapai dan dihadiri oleh Dirjen P2P Mewakilkan Kementerian Kesehatan, Direktur P2PTM, Ketua Panitia InaSH, Ketua InaSH, Ketua IDI, Ketua PERKI, Ketua PERDOSSI, Ketua Pernefri sekaligus Perwakilan Dinkes, Perwakilan Puskesmas, Perwakilan FKTP.

Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S.M, MARS selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) memberi sambutan sekaligus meresmikan acara Launching Pedoman Pengendalian Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Pak Maxi (Dirjen P2P) sangat berterima kasih atas dukungan dan peran serta profesi dan semua pihak dalam penanggulangan penyakit hipertensi, berharap agar Organisasi Profesi dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam upaya–upaya pengendalian hipertensi di Indonesia sehingga menciptakan rakyat Indonesia yang sehat dan kuat. “Mari kita bersatu tangan, bekerja sama, dan mengambil langkah konkret untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,”ucap Pak Maxi.

Diperlukan acuan berupa pedoman dan petunjuk teknis yang disusun oleh para pakar, lintas program, Kementerian Kesehatan dan Perguruan Tinggi agar tujuan pengendalian hipertensi di Indonesia dapat tercapai. Pedoman pengendalian di tingkat primer perlu disusun untuk dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan upaya pengendalian hipertensi bagi petugas kesehatan dan penanggung jawab program kesehatan baik di Pusat maupun di Daerah, serta menjadi acuan dalam mewujudkan tekanan darah terkendali dalam rangka menurunkan angka kesakitan, disabilitas dan kematian akibat hipertensi. Data dari Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), sampai tahun 2023 tercatat sebanyak 47.405.179 penduduk telah mendapatkan skrining hipertensi, sebanyak 20,938,684 orang dalam kondisi prehipertensi, 13.277.697 orang telah di diagnosis hipertensi namun hanya 458.924 orang yang terkendali hipertensinya. Hal inilah yang melatarbelakangi penyusunan Pedoman Pengendalian Hipertensi di FKTP ini. (CRP/INK)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >