ASEAN One Health Network Joint Action Plan in Bali – “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth

Seluruh dunia mengakui dampak sosial-ekonomi yang luas dari pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung telah menggarisbawahi pentingnya intervensi yang terkoordinasi dengan baik pada kesehatan-hewan-tumbuhan-lingkungan untuk meminimalkan potensi wabah. Oleh karena itu, Indonesia mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kapasitas nasional mereka dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons potensi ancaman dari pandemi. Hal ini dibahas dalam “Pertemuan Konsultatif ASEAN untuk Pengembangan ASEAN One Health Network dan Rencana Aksi Bersama ASEAN One Health” Yang diadakan pada tanggal 25-28 Juli 2023 di Hotel Movenpick Jimbaran, Bali. Acara ini dihadiri oleh delegasi dari negara anggota ASEAN serta Mitra seperti FAQ, UNEP, WHO, dan WOAH dll. Pertemuan dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS dan dihadiri oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imran Pambudi, MPHM .
“Usulan Indonesia untuk memperkuat keamanan kesehatan lintas batas, di bawah tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth,” menyoroti perlunya meningkatkan kapasitas pencegahan, deteksi, dan respons negara-negara anggota ASEAN” ujar dirjen P2P. Hal ini bertujuan untuk mengatasi penyakit menular yang baru muncul dan yang muncul kembali seperti zoonosis dan resistensi antimikroba (AMR). Pertemuan ini juga mengakui meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, mengingat keterkaitannya dengan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Deklarasi (One Health Initiative) ini menetapkan jalan ke depan untuk ASEAN One Health Network dan ASEAN One Health Joint Plan of Action, yang kami harapkan dapat menjadi mekanisme yang efektif untuk berkoordinasi dan berkolaborasi di antara negara-negara anggota ASEAN. “saya yakin bahwa diskusi kita akan menghasilkan data dan informasi yang memadai untuk meletakkan dasar bagi pengembangan ASEAN One Health Network dan Rencana Aksi Bersama ASEAN One Health.” Kata dirjen.

Diskusi pada pertemuan ini memberikan harapan yang signifikan bagi pengembangan ASEAN One Health Network dan Rencana Aksi Bersama ASEAN One Health. “ Inisiatif ini akan berfungsi sebagai alat penting untuk mendorong sinergi, terutama terkait one health di Asia Tenggara. Selain itu, mereka akan mengindentifikasi wawasan diantara negara – negara anggota dan mitra tentang bagaimana menyelaraskan intervensi One Health di kawasan ini” sambut Direktur Imran. Selain itu beliau juga optimis pada diskusi ini akan mendapatkan pengetahuan yang berharga mengenai inisiatif One Health yang ada di setiap negara ASEAN.

Di Akhir Sambutannya Dirjen P2P juga mengucapkan terima kasih kepada Kedutaan Besar Australia, Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Misi Australia untuk ASEAN, dan Kemitraan Keamanan Kesehatan Australia-Indonesia, serta Quadripartite yang terdiri dari FAO, UNEP, WHO, dan WOAH, Bank Dunia, UK Health Security Agency, Weapons Threat Reduction Program (WTRP), Global Affairs Canada,ASEAN Mitigation of Biological Threats (MBT) Programme, dan mitra lainnya atas dukungan yang luar biasa. “ Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Sekretariat ASEAN yang telah memfasilitasi seluruh proses, mulai dari penyusunan Deklarasi Pemimpin ASEAN hingga Analisis Komprehensif ASEAN, ASEAN One Health Network, dan Rencana Aksi Bersama ASEAN One Health, selama masa Keketuaan Indonesia.” Tutupnya. (SSH & GTR)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >