Kota Cilegon Dipilih Sebagai Lokasi Puncak Peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2024

Cilegon, 30 April 2024

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) setiap tahun merilis terkait masalah air bersih, dimana tahun 2019 dikatakan sebanyak 2,2 juta penduduk dunia itu sudah bermasalah dengan akses air bersih, dan tahun 2020 naik jadi 3,3 miliar. Bahkan tahun lalu di bulan Maret telah dirilis PBB sudah mendekati 5 juta orang bermasalah dengan akses air bersih dan aman.

Jadi satu diantara dua sampai tiga penduduknya sudah bermasalah dengan masalah air bersih dan ini akan meningkat terus diperkirakan akan krisis air bersih tahun 2050. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Dr.dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS dalam rangka Puncak Peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2024 di Kota Cilegon, pada Selasa (30/4/2024).

“Oleh karena itu saya kira sudah saatnya kita memperingati Hari Air Sedunia ini, sudah saatnya kita terus memberikan kesadaran masyarakat akan pentingnya kita menjaga air wujudnya air bersih yang aman.Karena tidak ada satu orang pun di dunia yang tidak butuh air itu menjadi kebutuhan pokok dan menjadi hak asasi manusia,” ujar Dirjen Maxi

Dirjen Maxi mengungkapkan bahwa kualitas air minum rumah tangga di Indonesia ternyata masih sangat jauh dari harapan yang apa kita inginkan masih 11,8% masyarakat kita menggunakan air minum yang aman, berarti 80% masyarakatnya masih minum air yang tidak tanam atau tepatnya masih minum air isi ulang. Dimana lebih dari 40% kualitas air isi ulang tidak aman, karena masih banyak bakteri E-Coli yang dapat menyebabkan diare.

“Saya kira kita perkuat pengawasan air bersih dan aman, dimana saat ini saya kira kita sudah punya Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) Puskesmas ini perlu didukung agar supaya masyarakat perlu kita jamin,” ujar Dirjen Maxi

Karena menurut Dirjen Maxi ini mencari kebutuhan utama bahwa air yang kita konsumsi itu betul-betul aman, dan menyangkut masalah kualitas anak cucu kita generasi ke depan apakah mereka bisa hidup sehat. Mungkin sehari-hari kelihatan sehat tapi pengaruhnya terhadap kualitas air dan masalah lingkungan itu sangat berpengaruh pada derajat kesehatan.

Maka dari itu sekali lagi kita Kementerian Kesehatan berupaya mulai tahun 2024 untuk melakukan surveilans kualitas air minum yang bersih dan aman yang akan dilakukan di semua provinsi yaitu 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Selain itu untuk masalah pengamanan kualitas air minum kami juga sudah berkoordinasi dengan semua tempat-tempat yang memproduksi air untuk melakukan rencana pengamanan air minum. Karena saat ini ternyata masih banyak yang memproduksi air tapi tidak membuat rencana pengamanan air minum itu juga kami lakukan tentu berkoordinasi dengan semua teman-teman lintas sektor terkait.

“Saya tentu perlu sampaikan apresiasi yang tinggi atas keterlibatan masyarakat dalam penyediaan air minum yang aman melalui Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) tidak berteori tidak cuman berbicara tetapi real dilakukan,” ujar Dirjen Maxi

Mari kita terus bersatu dan bekerja sama dalam mengembangkan kebutuhan air untuk setiap orang, membantu menstabilkan dunia, dan meningkatkan kesejahteraan hidup manusia, serta bersama-sama mewujudkan kemitraan mendorong air minum aman yang berkelanjutan.

Sekretaris Umum AKKOPSI yang juga menjabat Walikota Cilegon H. Helldy Agustin, SE, SH, MH berharap peringatan Hari Air Sedunia ini mampu mendorong masyarakat termasuk pemerintah daerah untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan mitra dalam memenuhi kecukupan air minum yang aman dan berkelanjutan.

Kalau kita lihat dalam undang-undang nomor 17 tahun 2019 telah menguatkan arti esensi dari Hak Asasi Manusia pasal 6 ayat 1 Negara menjamin rakyat untuk mendapatkan air yang sehat dan aman. Melihat bahwa sanitasi yang aman, maka investasi menjadi nyaman air yang sehat akan mencerminkan bangsa yang kuat, air yang sehat akan menjadi pintu masuk dalam upaya pencegahan berbagai penyakit di masyarakat, ujar Helldy dikesempatannya.

Perlu diketahui bahwa hampir70% tubuh kita terdiri dari air dan ini juga sebagai tercantum dalam peraturan pemerintah nomor 5 tahun 2021 tentang hal berkaitan penyelenggaraan perizinan penunjang kegiatan usaha berbasis resiko dengan memberikan sebuah Prototype bagi masyarakat menghadirkan air yang sehat perlu bersinergi dari proses yang baik, air baku berasal dari mata air ataupun yang sekarang sudah dilakukan di kota Cilegon melalui air tanah bermitra dengan apa yang sudah disediakan oleh Kementerian PUPR.

Tahun ini Kota Cilegon telah dipilih sebagai pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2024, dikarenakan Walikota Cilegon beserta seluruh jajaran sangat peduli terkait dengan pembangunan sarana air bersih yang sehat dan aman. Selain itu juga Pak Wali juga merupakan salah satu pengurus AKKOPSI, ujar Direktur Penyehatan Lingkungan dr.Anas Ma’ruf, MKM dalam laporan penyelenggaraan Hari Air Sedunia Tahun 2024.

Setiap tahunnya dunia memperingati Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret. Tujuannya adalah untuk selalu mengingatkan kepada kita semua arti penting air terhadap kehidupan. Air juga harus dijaga dan dipelihara untuk diwariskan kepada generasi penerus.

Direktur Anas mengatakan tahun ini Peringatan Hari Air Sedunia telah mengambil tema global “Water For Peace” (Air Untuk Perdamaian), Adapun tema nasional adalah Kemitraan Mendorong Air Minum Aman Yang Berkelanjutan Untuk Semua. Dalam Puncak Peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2024 di Kota Cilegon dilakukan senam bersama, pemeriksaan PTM, pameran, Kick-off Pelaksanaan Surveilans Kualitas Air Minum, Gerakan Minum Air Sehat dan Aman Bersama, dan peninjauan PAMSA Cilegon yang ditandai dengan Peresmian PAMSA Cilegon. (ADT/IWS)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >