Kolaborasi antara Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan dalam Upaya Penanggulangan Dengue

Indonesia merupakan negara yang terletak di Kawasan beriklim tropis dimana masih menghadapi permasalahan serius terkait berbagai penyakit endemis yang belum sepenuhnya dapat diatasi. 

Meskipun telah dilakukan upaya-upaya penanggulangan, tingkat beban penyakit masih tetap tinggi, terutama pada kasus dengue. Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia maupun di tingkat global.

 Meningkatnya kasus dengue yang tersebar di 129 negara. Pada tahun 2023, Indonesia mencatat 98.071 kasus dengue dengan jumlah kematian dengue sebanyak 764 kematian. Serta, kasus dengue telah terlaporkan dari 474 Kab/Kota di 35 Provinsi. Jumlah kematian dengue terjadi di 226 Kab/Kota di 33 Provinsi. 

Bali menjadi salah satu provinsi yang melaporkan 6.642 kasus dengan 16 kematian. Kota Denpasar menjadi kota dengan kasus tertinggi ke-4 se-Indonesia dengan jumlah kasus 1.329. Dan pada tahun 2024 minggu ke-8 epidemiologi, Provinsi Bali telah melaporkan 614 kasus dengan 0 kematian.

 Pada tanggal 04 maret 2024, Direktorat Jenderal P2P menyelenggarakan kegiatan workshop penanggulan dengue di Denpasar, Bali. Workshop dibuka oleh Direktur P2PM, Dr. Imran Pambudi, MPHM. 

Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan bahwa Pemerintah Republik Indonesia mendukung komitmen Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui komitmen multi-sektoral. Sebuah komitmen yang menjadi bagian integral dari strategi pemenuhan komitmen Negara Indonesia terhadap target global dalam membasmi dengue : nol kematian di tahun 2030.

 Kementerian Kesehatan juga telah menyusun Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025 dalam upaya penanggulangan dengue. 

Pada 2024, tingkat nasional menargetkan angka kasus dengue menjadi kurang dari 10 per 100.000 penduduk dan akan menuju 0 kasus kematian pada tahun 2030. Berikut 6 strategi yang telah disusun : Penguatan manajemen vector yang efektif, aman, dan berkesinambungan; Peningkatan akses dan mutu tatalaksana dengue; Penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsive; Peningkatan partisipasi masyarakat yang berkesinambungan; Penguatan komitmen pemerintah, kebijakan, manajemen program dan kemitraan; Pengembangan kajian, invensi, inovasi dan riset sebagai dasar kebijakan dan manajemen program berbasis bukti

Besarnya masalah dengue, tidak adanya pengobatan yang spesifik serta tantangan dalam upaya penanggulangannya. Maka, dalam menguatkan pencegahan dengue, ada beberapa inovasi program penanggulangan dengue yang sedang dijalankan, antara lain : Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), Gerakan ini dilakukan secara serentak, total, terorganisir, tersistem, terukur dan berkesinambungan. G1R1J dilakukan dengan 3Mplus. Menutup, menguras, membuang/ mengubur/ mendaur ulang kaleng bekas yang memungkinkan menjadi tempat berkembangnya sarang nyamuk.; Imunisasi DBD, telah terdapat 2 vaksin pilihan di Indonesia yang telah mendapat izin edar dari Badan POM RI. Program Dungue masih menunggu rekomendasi dari Indonesian Technical Advisorygroup on Immunization (ITAGI) untuk dapat dipegunakan oleh program secara Nasional; Inovasi teknologi vector, salah satunya adalah penerapan teknologi nyamuk Aedes ber-Wolbachia.

Selain itu, Kementerian Kesehatan telah memilih 5 kota yaitu Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Bontang serta telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1341 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan dengue di 5 kota tersebut.  Kementerian Kesehatan menempatkan teknologi nyamuk ber-wolbachia ini sebagai Strategi Pelengkap Program Pengendalian Dengue yang udah ada seperti PSN 3M Plus, Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), Pokjanal Dengue (DBD) dan Imunisasi Dengue.(SSH/CRP)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >