KKP Kelas I Makassar Selenggarakan Simulasi KKM di Pelabuhan Parepare Sebagai Kesiapsiagaan Menghadapi Penyakit Influenza (A) HxNY

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar bekerjasama dengan lintas sektor, lintas program serta pihak terkait lainnya di Pelabuhan Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (16/11) menyelenggarakan Simulasi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) Influenza (A) HxNy.

Simulasi yang diselenggarakan di Pelabuhan Cappa Ujung, Kota Parepare merupakan bentuk uji Rencana Kontinjensi yang telah dipersiapkan. Rencana Kontijensi hanya dapat diterapkan dengan baik, bila seluruh jajaran terkait dan segenap lapisan masyarakat, termasuk kalangan swasta serta pelaku usaha turut berperan serta dan bekerjasama dengan baik.

Kepala KKP Kelas I Makassar Agus Jamaludin dalam laporannya mengatakan tujuan simulasi ini adalah terwujudnya kesiapsiagaan petugas di pintu masuk dan wilayah baik lintas sektor maupun lintas program terkait Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) atau publik terhadap Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) di Pelabuhan Parepare.

Pandemi COVID-19 yang pernah kita alami merupakan satu bentuk ancaman nyata yang telah menimbulkan dampak kesehatan, ekonomi, sosial, dan keamanan yang luas di tengah masyarakat Indonesia maupun di dunia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu selaku inspektur apel pada Simulasi Penanggulangan (KKM) Influenza (A) HxNy mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar keempat yang sukses dalam melakukan vaksinasi Covid-19 saat ini sudah 420-an juta dosis sudah disuntikkan ke masyarakat Indonesia. Keberhasilan pengendalian Covid-19 di Indonesia ditandai dengan terbitnya Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.

Lanjut Dirjen Maxi, selain itu simulasi yang dilaksanakan saat ini merupakan salah satu pilar transformasi sistem kesehatan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan yaitu Ketahanan Kesehatan yang harus kita laksanakan saat ini.

Transformasi sistem kesehatan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan sistem kesehatan nasional agar dapat lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas aksesibilitas, dan mengurangi disparitas dalam kesehatan antar wilayah.

Setiap tahun perlu dilakukan berulang-ulang simulasi seperti ini dengan keterlibatan semua lintas sektor dan masyarakat agar kalau terjadi kita sudah terbiasa bagaimana melakukan koordinasi dan kolaborasi. Karena dengan cara itu kita cepat melakukan penanggulangan pandemi atau wabah penyakit itu kita cepat tangani, ujar Dirjen Maxi.

“Saya berharap kita dapat saling bahu membahu, melengkapi, berkoordinasi, dan bekerjasama dengan sebaik-baiknya dalam mewujudkan Kota Parepare yang siapsiaga dalam Penanggulangan Wabah ataupun Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) Influenza (A) HxNy,” ungkap Dirjen Maxi.

Kesiapsiagaan yang kita lakukan merupakan wujud penerapan International Health Regulation (IHR) 2005 yang mengamanatkan core capacities setiap negara dalam prevent, detect, dan respond terhadap seluruh ancaman kedaruratan kesehatan masyarakat.

“Kita perlu waspada dan bersiap diri terhadap ancaman atau risiko penularan penyakit dan faktor risiko kesehatan yang berpotensi menimbulkan wabah/kedaruratan kesehatan masyarakat (KKM) yang dapat menjadi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC),” ujar Dirjen Maxi

PJ Walikota Parepare Akbar Ali dikesempatannya turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KKP Kelas 1 Makassar bersama lintas sektor terkait atas pelaksanaan Simulasi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) Influenza (A) HxNy.

Menurut Akbar, simulasi ini merupakan upaya preventif dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian luar biasa yang bisa terjadi seperti penyebarannya influenza yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa.

Hal terpenting dalam pelaksanaan simulasi adalah menguji kesiapsiagaan pemerintah, dan masyarakat, serta merespon dan bertindak cepat untuk mematah atau memutus mata rantai penularan penyakit influenza, ujar PJ Walikota Akbar.

PJ Walikota Akbar menambahkan bahwasanya Kota Parepare ini merupakan kota pelabuhan sehingga sangat berpotensi terjadinya penularan penyakit berbahaya seperti Influenza (A) HxNy, dengan banyaknya orang yang masuk dari berbagai daerah Kota Parepare, maka memiliki konveksi besar terhadap terjadinya berbagai kejadian luar biasa wabah dan epidemi penyakit.

“Saya berharap dengan adanya pelaksanaan simulasi ini seluruh pihak dapat meningkatkan kesiapsiagaan baik keamanan dan ketertiban maupun steril terhadap penyakit Influenza (A) HxNy, dan menyusun rencana aksi dalam pencegahan segala bentuk penyakit, melakukan tindakan-tindakan preventif, promotif, dan kuratif, serta memberikan pemahaman yang jelas akan pentingnya menjalankan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Akbar dikesempatannya. (ADT)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >