Kementerian Kesehatan Selenggarakan Kampanye Lawan Obesitas Tahun 2024 di Kota Ternate

Ternate, 28 April 2024

Obesitas adalah ancaman serius bagi pembangunan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi nasional karena berkontribusi terhadap beban penyakit yang selanjutnya dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Obesitas meningkatkan risiko mengalami penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, penyakit jantung, kanker, hipertensi dan penyakit metabolik maupun non metabolik lainnya. Jika hal ini tidak ditangani maka berdampak pada meningkatnya kematian akibat Penyakit Tidak Menular.

Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS dalam rangka Kampanye Lawan Obesitas di Kota Ternate, pada Minggu (28/04/2024).

Selain itu, Kata Dirjen Maxi Obesitas tidak hanya berdampak terhadap kesehatan secara fisik, tetapi juga pada masalah sosial dan ekonomi. Pembiayaan kesehatan terkait obesitas merujuk pada tiga komponen utama yaitu (1) biaya langsung terkait dengan tatalaksana obesitas, (2) biaya kerugian sosial dan personal yang dihubungkan dengan obesitas (opportunity cost) dan (3) biaya tidak langsung oleh karena berkurangnya produktivitas.

“Hal ini akan berdampak pada peningkatan pembiayaan kesehatan yang harus ditanggung oleh negara. Oleh karena itu upaya pencegahan obesitas sejak dini pada bayi, balita dan anak akan lebih menghemat biaya dibandingkan dengan upaya pengobatan,” ujar Dirjen Maxi

Keberhasilan Pencegahan Obesitas dengan intervensi pada faktor risiko dan determinan sosial. Keterampilan petugas dalam penanganan Obesitas di Fasyankes juga menjadi faktor yang mempengaruhi, di samping kondisi lingkungan yang mendukung individu untuk dapat hidup sehat misalnya keinginan masyarakat untuk melakukan  aktivitas fisik secara teratur, ketersediaan makanan sehat yang tidak mengandung tinggi Gula, Garam dan Lemak serta adanya kolaborasi multisektoral yang kuat dalam mengupayakan pengendalian obesitas.

Suksesnya pencegahan dan pengendalian obesitas pada anak di Indonesia memerlukan dukungan semua pihak bukan hanya jajaran kesehatan saja tetapi harus melibatkan peran serta masyarakat. Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat juga perlu ditingkatkan agar mau melakukan skrining atau deteksi dini berkala untuk mengetahui faktor risikonya sedini mungkin.

“Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada pemerintah Kota Ternate yang bersedia menjadi Tuan Rumah kegiatan kampanye lawan Obesitas tahun 2024,”ujar Dirjen Maxi

Beliau berharap kegiatan kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian berbagai pihak untuk turut melakukan aksi dalam mencegah dan mengendalian obesitas yang bertujuan meningkatkan pengetahuan seluruh masyarakat tentang Obesitas, pembatasan pemberian makanan tinggi lemak dan gula, konsumsi sayur dan buah serta melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >