Kemenkes Selenggarakan Kegiatan Gerakan PSN Dalam Rangka Hari Pengendalian Nyamuk Ke-7 Tahun 2023

Tahun ini dalam rangka Hari Pengendalian Nyamuk Ke -7 dengan tema “Lingkungan Sehat Tanpa Vektor Penyakit”, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyelenggarakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Fakultas Kesehatan Lingkungan Poltekes Manado Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis (10/8).

Gerakan PSN perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat agar terhindar dari penyakit tular vektor dan zoonotik. Selain itu, gerakan ini juga akan diprogramkan secara nasional untuk menekan angka kasus penyakit yang dibawa oleh vektor nyamuk di Indonesia.

Nyamuk adalah serangga pembunuh manusia nomor satu di dunia. Serangga ini mampu menularkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh (1) protozoa, seperti malaria, (2) virus, seperti demam berdarah, chikungunya, japanese encephalitis dan (3) cacing, seperti, filariasis. Semua penyakit ini ada dan endemik di Indonesia.

Penyakit tular vektor nyamuk ini telah ditemukan di seluruh Kabupaten/ Kota di Indonesia dan menyebabkan lebih dari 70% kejadian luar biasa (KLB) atau outbreaks. Sedangkan, di dunia, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk merupakan 17% dari semua penyakit menular yang ditemukan dan menyebabkan lebih dari 700.000 kematian setiap tahunnya.

Upaya pengendalian vektor, termasuk pengendalian nyamuk, merupakan upaya preventif yang sangat strategis, Sebab, jika vektor dapat dikendalikan, maka penularan berbagai penyakit tular vektor dapat dicegah pula, ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu saat membuka dan sekaligus melepas para jumantik Gerakan PSN dalam rangka Hari Pengendalian Nyamuk Ke-7 Tahun 2023.

Selain itu juga salah satu dari 6 Pilar Transformasi Sistem Kesehatan adalah Transformasi Layanan Primer yang dilakukan dengan memperkuat upaya pencegahan atau preventif, termasuk memperkuat upaya pengendalian vektor.

Menurut Dirjen Maxi Pengendalian nyamuk adalah upaya yang kompleks, karena itu untuk keberhasilannya perlu memanfaatkan teknologi tepat guna yang aman, efektif dan efisien, serta melibatkan seluruh multi-sektor bersama masyarakat. Termasuk jajaran kementerian/ lembaga, kalangan swasta, pelaku usaha, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, mitra internasional, kelompok masyarakat dan individu.

“Pengendalian nyamuk harus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dan di berbagai lokasi, seperti lingkungan tempat tinggal atau permukiman, tempat usaha atau tempat kerja, tempat rekreasi, fasilitas umum, dan fasilitas industri,”ujar Dirjen Maxi.

Dirjen Maxi berharap dengan kegiatan Gerakan PSN ini dapat menambah semangat kita bersama-sama untuk mengendalikan vektor dan mewujudkan lingkungan yang sehat.

Ketua DPR RI Komisi 9, Felly Estelita Runtuwene mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis dalam pengendalian penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Ini termasuk penguatan kebijakan, serta menggerakkan pemangku kepentingan baik lintas sektor terutama pemerintah daerah dan masyarakat. Sehingga masyarakat sadar akan bahaya nyamuk sebagai pembawa penyakit dan tergerak untuk melakukan perubahan gaya hidup ke arah pola hidup yang tentunya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) akan kebersihan lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi para kader jumantik yang tidak kenal lelah terus menerus melakukan pemantauan, dan menjadi ujung tombak dalam menggerakkan masyarakat melalui Gerakan PSN. Untuk itu tentunya pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus dapat memberikan perhatian, kesejahteraan dan kesehatan bagi para kader jumantik,” ujarnya (ADT/CRP/INK)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >