Kemenkes Launching Nasional Integrasi Layanan Primer (ILP)

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan kementerian lain melakukan transformasi sistem pelayanan kesehatan primer yang bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat melalui integrasi pelayanan kesehatan primer. Dengan mengintegrasikan semua program yang ada di Kementerian Kesehatan. Layanan primer adalah layanan dasar yang dilakukan oleh puskesmas. Integrasi dilakukan ke semua program termasuk FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) lainnya. 

 “Launching ILP hari ini adalah bagian dari transformasi pelayanan kesehatan primer yang sedang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan transformasi ini melalui integrasi layanan primer berfokus pada tiga hal yang pertama adalah penerapan siklus hidup, yang kedua Fokus dari integrasi layanan, dan yang ketiga memperkuat pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan pemantauan melalui dashboard situasi kesehatan perdesa,” ujar Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH.

Kegiatan yang diadakan di Grand Ballroom JIEXPO Convention Centre Jakarta pada kamis (31/7), dilakukan secara hybrid dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, hadir juga Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Bapak Ibu Pimpinan Komisi 9 DPR Republik Indonesia, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta dari kementerian lainnya yang terkait.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar launching nasional integrasi pelayanan kesehatan primer,  tetapi sekaligus juga launching consorsium pelayanan kesehatan primer serta launching Ayo sehat berupa website chat box watch dan artificial intelligence. Selain itu terdapat penandatanganan MOU sebagai wujud komitmen Kemenkes, Kemendes, dan Kemendagri membangun sinergissitas transformasi kesehatan bersamaan dengan penyelenggaraan acara launching nasional integrasi pelayanan kesehatan primer dan penguatan perencanaan pembangunan kesehatan, terdapat juga pameran integrasi layanan primer. Kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak terkait lainnya diperlukan untuk mendukung integrasi pelayanan kesehatan primer. Langkah-langkah strategis termasuk penyusunan norma standar prosedur, asistensi kepada pemerintah daerah, peningkatan kapasitas kader Posyandu, pengalokasian anggaran, dan pembinaan dan pengawasan Posyandu secara berjenjang.

Integrasi pelayanan kesehatan primer merupakan lompatan besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, dari tingkat desa hingga kelurahan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diarahkan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan menyeluruh, dengan fokus pada keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. 

“Namanya integrasi layanan primer, jadi konsep dari ini adalah membangun masyarakat Indonesia yang sehat fokusnya di layanan primer promotif preventif bukan ide baru merevitalisasi ide pendahulu-pendahulu kita” ujar Menteri Kesehatan (31/7).

Dalam upaya memastikan keberhasilan integrasi pelayanan kesehatan primer, koordinasi antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan desa (LKD), dan partisipasi aktif masyarakat seperti PKK sangat diperlukan. Penguatan Posyandu, baik dalam hal kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, perencanaan program, dan alokasi anggaran, menjadi bagian penting dari pelayanan publik. Posyandu dianggap sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan dasar dan memiliki kedekatan dengan masyarakat. Ini penting dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer. Pemerintah daerah juga diminta untuk mendukung transformasi Posyandu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Penguatan Posyandu dan integrasi pelayanan kesehatan primer diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendukung pembangunan, dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat. Hal ini merupakan investasi dalam sumber daya manusia untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Melalui transformasi ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi lebih sehat, dengan pelayanan kesehatan primer yang kuat.(CRP)

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >