Kemenkes Gelar Puncak Peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2024

Jakarta, 19 Mei 2024

Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menggelar puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2024 dengan tema  “Imunisasi Lengkap, Indonesia Kuat” bertempatan di Taman Lapangan Banteng Jakarta Pusat, pada (19/5/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan kolektif yang diperlukan serta mempromosikan pelaksanaan imunisasi sebagai bentuk perlindungan semua kelompok umur dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Hadir dalam Puncak PID 2024 antara lain Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Direktur Jenderal dan Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Kemenkes Yudhi Pramono, Deputy Representative of WHO Indonesia Jean Lokenga, Deputi Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), beberapa Kepala Daerah Kabupaten/Kota, dan Influencer IDAI.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan “Masih ada persepsi negatif terhadap imunisasi rutin di kalangan masyarakat kita. Banyak rumor dan informasi yang tidak benar beredar, menimbulkan kekhawatiran yang tidak beralasan tentang keamanan dan manfaat imunisasi. Selain itu, kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi masih perlu ditingkatkan. Banyak yang belum sepenuhnya menyadari bahwa imunisasi adalah salah satu langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit serius.”

Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menunjukkan pada 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tingkat global. Angka tersebut katanya, 5,9 juta lebih banyak dibandingkan pada 2019 dan jumlah tertinggi sejak 2009. Sementara di Indonesia, jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sejak 2018 hingga 2022 adalah 1.455.276 anak. Dari total 17 juta anak pada 2021-2023, dilaporkan pada 2024, lebih dari 2,8 juta anak usia 1-3 tahun tidak atau belum mendapatkan imunisasi lengkap. Anak-anak tersebut tersebar di 309 kabupaten/kota yang terdapat di 38 provinsi.

Bapak Sekjen Kemenkes RI Menyampaikan “Oleh karena itu Pekan Imunisasi Dunia tahun 2024 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, terutama orang tua dan pengasuh anak, dalam mencapai status imunisasi rutin lengkap, agar tidak terjadi kasus-kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I seperti difteri, polio, campak, rubella. Pada kesempatan yang baik ini saya juga perlu mengingatkan bahwa jajaran kesehatan di garis depan, yaitu jajaran Puskesmas dan Posyandu sangat menentukan suksesnya Program Imunisasi Nasional.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan Peluncuran sertifikat dan notifikasi imunisasi digital pada Aplikasi Satu Sehat. Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Yudhi Pramono mengatakan, adanya dua fitur tersebut dapat membantu pemerintah dalam mengoptimalkan capaian imunisasi lengkap secara nasional. “Dengan adanya inovasi ini, semoga dapat memudahkan kami sebagai pemegang program untuk memantau kelengkapan imunisasi rutin di masyarakat, sekaligus mendorong orang tua memberikan imunisasi kepada anak sesuai jadwal karena informasinya tersedia,” tutur Yudhi.

Selain itu masyarakat yang juga turut hadir dalam acara tersebut menyambut antusias atas peluncuran inovasi ini. Salah satu ibu yang memiliki anak berusia 21 bulan bernama Sheila dari Jakarta sudah menggunakan aplikasi SATUSEHAT mobile, Mengatakan “Alhamdulillah, merasa terbantu, yah, karena lebih simpel bisa ngeliat di handphone kalau lupa bawa KMS (Kartu Menuju Sehat), so far aman login-nya gampang cukup pake handphone aja.” (SRI/ADT/ING)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >