Kemenkes Bersama UNDP Lakukan Pemantauan Hibah Incinerator, SMILE, dan ME-SMILE Serta Whole Genome Sequencing

Manado, 26 Januari 2024

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam hal ini melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) bersama dengan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia melakukan pemantauan dan pemanfaatan dukungan hibah dari UNDP, pada Jumat (26/01/2024).

Hibah tersebut antara lain terdiri dari Incinerator alat pengolah limbah B3 medis Covid-19 yang diberikan kepada Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM) Manado, pencatatan dan pelaporan logistik imunisasi menggunakan aplikasi SMILE di Puskesmas Bahu, Whole Genome Sequencing (WGS) di Universitas Sam Ratulangi, dan digitalisasi pengelolaan limbah medis menggunakan aplikasi ME-SMILE di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou,

Pemantauan dilakukan oleh tim Ditjen P2P Kemenkes yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal P2P Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS dan tim UNDP yang dipimpin oleh Resident Representative of UNDP Indonesia Mr Norimasa Shimomura.

Dirjen Maxi dalam kesempatannya mengatakan bahwasannya pemantauan ini dilakukan agar mendapatkan dukungan dalam pemanfaatan dan keberlanjutan penggunaan alat maupun sistem informasi tersebut.

“Pemberian hibah Incinerator oleh UNDP dilakukan dalam rangka memberikan solusi pengolahan limbah medis pada pandemi COVID-19, sebagai bentuk kedaruratan penanganan limbah COVID-19 di Indonesia,” ujar Dirjen Maxi.

Dirjen Maxi juga menjelaskan bahwasannya limbah medis di Indonesia mengalami tantangan terkait monitoring dan pelaporan yang cepat dan tepat. Hal ini mengakibatkan permasalahan limbah di Indonesia tidak dapat diketahui dengan pasti sehingga solusi pengolahan limbah suatu wilayah menjadi kurang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di lapangan.

Penggunaan aplikasi ME-SMILE merupakan solusi digital yang ditawarkan dalam pilar terakhir 6 Pilar Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yaitu Transformasi Teknologi Kesehatan yang menjadi bagian dari Satu Sehat.

“Aplikasi ME-SMILE merupakan platform digital yang dirancang untuk memantau dan mengelola limbah medis di rumah sakit. Aplikasi ini memungkinkan rumah sakit untuk melacak, memantau, dan mengelola limbah medis secara real-time, sehingga meningkatkan efisiensi dan keamanan pengelolaan limbah medis,” ungkapnya.

Terkait dengan penggunaan aplikasi SMILE sebagai pencatatan dan pelaporan logitsik imunisasi, Dirjen Maxi mengatakan bahwa pengembangan SMILE untuk 2 tahun ke depan adalah untuk pemantauan logistik obat dan bahan laboratorium. Penggunaan SMILE ini sangatlah penting sebagai monitoring informasi logistik berbasis digital. SMILE telah mencatat total distribusi vaksin imunisasi rutin sebanyak 764.380 dosis ke Provinsi Sulawesi Utara yang meliputi 93.630 dosis tercatat didistribusikan ke Kota Manado.

Kemudian berkaitan dengan Whole Genome Sequencing (WGS) yang merupakan inovasi penguatan sistem kesehatan dalam surveilans penyakit, diagnosa yang akurat, dan pengobatan yang tepat. UNDP dan Kemenkes telah mengembangkan kapasitas inovasi genomic di 17 WGS laboratorium di seluruh Indonesia, dan selanjutnya akan memperluas pengadaan barang tahap kedua ke 29 laboratorium.

“Dimana perluasan akses terhadap lab equipment dan reagan whole genome sequencing dapat memperkuat jaringan laboratorium yang mempunyai kapasitas untuk membagi dan generasi data dengan kualitas tinggi, tapi juga memperkuat sistem kesehatan yang resilien,” ujar Dirjen Maxi

Sementara itu, Mr Norimasa Shimomura pada kesempatan yang sama menyampaikan tim UNDP akan terus melakukan pemantauan dan dialog dengan manajemen rumah sakit serta SDM yang bertanggung jawab atas pengelolaan limbah medis dan juga melakukan inspeksi pada fasilitas pengelolaan limbah medis serta melihat langsung bagaimana aplikasi ME-SMILE dioperasikan.

“Dengan adanya pemantauan ini, kami berharap dapat memperluas penerapan digitalisasi pengelolaan limbah medis di rumah sakit lainnya di seluruh Indonesia,”pungkasnya. (ADT/CRP/INK)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >