Kasus HIV dan Sifilis Meningkat, Penularan Didominasi Ibu Rumah Tangga

Dalam kurun waktu lima tahun (2016 – 2022) terjadi peningkatan kasus sifilis sebesar hampir 70%, dari 12 ribu kasus menjadi hampir 21 ribu kasus

Dari lima juta kehamilan, hanya sebanyak 25%, ibu hamil yang di skrining sifilis, dari 1,2 juta ibu hamil sebanyak 5590 ibu hamil positif sifilis.

60% ibu hamil penderita sifilis tidak mendapatkan pengobatan karena adanya stigma dan unsur malu.

Penularan sifilis melalui jalur ibu ke anak, sebesar 69-80% berdampak terjadinya abortus, bayi lahir mati atau kalaupun lahir akan mengalami sifilis kongenital.

  • 35% Ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV, lebih tinggi dibandingkan kasus HIV pada kelompok lainnya seperti suami pekerja seks dan kelompok man sex with man. Penularan HIV melalui jalur ibu ke anak menyumbang sebesar 20-45% dari seluruh sumber penularan HIV.
  • Dampaknya adalah 45% bayi yang lahir dari ibu yang positif HIV akan lahir dengan HIV, dan sepanjang hidupnya menyandang status HIV positif. Hanya 55% ibu hamil yang di tes HIV karena sebagian besar tidak mendapatkan izin suami untuk dites. Dari sejumlah tersebut 7153 positif HIV dan 76% nya belum mendapatkan 20%  penularan kepada bayi.

HIV dan sifilis adalah penyakit menular seksual berbahaya yang ditularkan secara langsung dari ibu ke anaknya, terjadi sejak dalam kandungan, saat proses kelahiran, atau saat menyusui.

Perilaku seks berisiko yang dilakukan orang tua, sangat mungkin mencederai hak anak untuk terhindar dari penyakit yang mengancam kelangsungan hidup, bahkan menimbulkan kecacatan dan kematian.

Lindungi masa depan anak dengan setia pada pasangan dan hindari seks berisiko.

Hi #SahabatSehat,

Kasus penyakit seksual menular HIV dan Sifilis meningkat

Ibu rumah tangga dan anak jadi kelompok yang paling rentan untuk tertular

Lindungi mereka dengan setia pada pasangan dan hindari perilaku seks berisiko

Salam sehat!

Sumber : @kemenkes_ri

#DitjenP2P#KemenkesRI

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >