Kanker Payudara dan Pencegahannya

Apa Penyebab Kanker Payudara

Sampai saat ini penyebab pasti kanker payudara belum diketahui.
Yang diketahui adalah faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan
terjadinya kanker payudara, yaitu:

  • Merokok dan terpapar asap rokok (perokok pasif)
  • Melahirkan anak pertama setelah umur 35 tahun
  • Menopause (berhenti haid) setelah umur 50 tahun
  • Haid pertama pada umur kurang dari 12 tahun
  • Pernah mengalami operasi pada payudara yang disebabkan oleh kelainan
    tumor jinak atau tumor ganas.
  • Tidak pernah menyusui Anak
  • Di antara anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara
  • Pola makan yang buruk (tinggi lemak dan rendah serat, mengandung zat pengawet/ pewarna)

Deteksi Dini Kanker Payudara bisa dilakukan dengan:

  • SADARI Pemeriksaan Payudara SENDIRI
  • SADANIS Pemeriksaan Payudara KLINIS

Bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya. Sekecil apapun benjolan yang ditemukan segera konsultasikan diri Anda ke Dokter. Menunda berarti memberi kesempatan sel kanker berkembang dan mengurangi kesempatan untuk sembuh

Mengapa Harus Melakukan SADARI?
Karena kita lebih tahu atau mengenal diri kita sendiri, bila terjadi perubahan kita akan mengetahuinya sejak awal.
Jika pada saat melakukan SADARI ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara (dibandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya) segera periksakan diri ke Dokter.

Kapan dilakukan SADARI?

SADARI dilakukan sebulan sekali setelah selesai haid, semenjak wanita mulai mendapatkan haid pertama atau pada usia 12 tahun.


Ingatlah : Jika kanker dapat ditemukan secara dini (dengan ukuran tumor masih kecil kurang dari 1 cm) dan ditangani dengan cepat dan tepat, harapan untuk sembuh hampir 100%. Penggunaan obat-obatan hormonal harus sesuai anjuran Dokter.

Kunjungi media sosial Penyakit Tidak Menular Indonesia untuk mendapatkan informasi penting lainnya.

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >