Kami Butuh Makanan, Bukan Rokok

Pada setiap tanggal 31 Mei baik Pemerintah maupun para mitra secara global dan nasional memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Tema HTTS tahun 2023 secara global adalah “We Need Food, Not Tobacco” yang di Indonesia kita adaptasi menjadi “Kita Butuh Makanan, Bukan Rokok”. Tema HTTS tahun ini sangat relevan dengan kampanye global 2023 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong para petani untuk dapat menanam tanaman yang berkelanjutan dan bergizi, sehingga dapat mempersiapkan generasi muda dalam menciptakan generasi unggul.

Dalam kesempatan ini Sebanyak 34 Lembaga dan organisasi mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, tokoh masyarakat, dan perguruan tinggi yang dianggap telah berkomitmen dalam mendukung pengendalian konsumsi produk tembakau menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan diberikan secara langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Eva Susanti, Director The Union Asia Pasifik Tara Singh Bam dan Ketua Tim Populasi Lebih Sehat dan Penyakit Tidak Menular WHO Indonesia, Lubna Bhatti pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2023, Kamis (8/6) di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta. “Hari ini, kami memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah memiliki Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kami juga meluncurkan evaluasi tersebut dalam bentuk digital, untuk memberikan monitoring dan evaluasi terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kedepan yang paling penting advertising rokok,” kata Wamenkes.

Total ada 34 penerima penghargaan terbagi dalam 6 kategori. Pertama, kategori Pastika Parahita, diberikan kepada kabupaten/kota yang telah menetapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) berupa peraturan daerah. Diantaranya : Pemerintah Kota Cilegon, Banten, Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, Palembang, Pemerintah Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kedua, Kategori Paramesti, diberikan kepada pemerintah daerah yang telah menetapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) berupa peraturan kepala daerah yaitu : Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua, Pemerintah Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Pemerintah kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ketiga, Kategori Daerah Pilot Project Dashboard E-Monev KTR, diberikan kepada daerah yang telah menerapkan pengawasan implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menggunakan Dashboard E-Monev yaitu : Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, Pemerintah Kota Metro, Lampung, Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Keempat, Kategori Penghargaan Satisaya, diberikan kepada Puskesmas yang telah aktif dan inovatif dalam menyelenggarakan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM). Penghargaan diberikan kepada :
Puskesmas Kranggan, Kota Mojokerto, Puskesmas Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Puskesmas Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Puskesmas Mlongo, Kabupaten Jepara, Puskesmas Teluk Karang, Kota Tebing Tinggi, Puskesmas Matraman, Kota Jakarta Timur. Kelima, Kategori Pastika Awya Pariwara, diberikan kepada daerah yang menetapkan dan mengimplementasikan kebijakan tentang iklan produk tembakau di luar ruang yaitu : Pemerintah Daerah Kota Solok, Sumatera Barat, Pemerintah Daerah Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Keenam, Kategori Pastika Upakara Winarya Prasiddha, diberikan kepada pemerintah daerah yang telah menetapkan dan mengimplementasikan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan kampus kepada Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Selain 6 kategori tersebut, WHO turut memberikan penghargaan spesial kepada pihak-pihak yang telah berinovasi dan berdedikasi tinggi dalam pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia. Yaitu Penghargaan khusus tersebut dibagi menjadi dua kategori yakni kategori World No Tobbacco Day 2023 yang dianugerahkan kepada Forum Multikultural Petani Indonesia.Dan kategori Director Regional Spesial Recognition yang diberikan kepada Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SP, P (K).Wamenkes berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi semangat sekaligus motivasi daerah untuk memperkuat komitmennya dalam mengendalikan konsumsi tembakau demi menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas dan berdaya saing.

Kementerian Kesehatan Indonesia di bawah Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dengan dukungan WHO Indonesia, telah mengembangkan platform berbasis web online dan aplikasi seluler sebagai suatu inovasi yang dapat digunakan oleh Pemerintah Daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memantau penerapan peraturan daerah terkait Kawasan Tanpa Rokok, dalam bentuk website dan aplikasi dashboard E-Monev KTR. Basis data ini diharapkan dapat menyediakan dashboard yang mudah digunakan untuk memvisualisasikan, menyusun, menganalisis, dan melaporkan informasi yang terkait dengan implementasi peraturan daerah bebas asap rokok dalam menginformasikan arah kebijakan serta menilai implementasi Kawasan Tanpa Rokok di masa mendatang.

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >