Indonesia Nyatakan Komitmen Eliminasi Serviks Tahun 2030 Pada Global Cervical Cancer Elimination Forum

Colombia, 7 Maret 2024

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Dr.dr.Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS sebagai perwakilan dari Kementerian Kesehatan RIepublik Indonesia menghadiri Global Cervical Cancer Elimination Forum: Advancing the Call to Action yang berlangsung di Cartagena de Indias, Colombia, pada 5-7 Maret 2024. Dalam Forum tersebut beliau menyatakan komitmen Indonesia untuk mencapai eliminasi kanker leher rahim (serviks) tahun 2030.

Adapun komitmen yang disampaikan oleh Dirjen Maxi dimana Indonesia bercita-cita menjadi negara yang bebas dari kanker serviks dan tidak lagi menjadi masalah lagi bagi kesehatan masyarakat.

“Bersama-sama, sebagai Indonesia yang bersatu, kami membayangkan masa depan dimana kanker serviks sudah tidak ada lagi, dan setiap perempuan – di semua demografi sosio-ekonomi – dapat hidup sehat dan bebas dari ancaman penyakit tersebut,” ujar Dirjen Maxi dalam komitmennya.

Lanjut Dirjen Maxi, Pemerintah Indonesia telah memulai Rencana Aksi Nasionalnya pada tahun 2023, sejalan dengan target global yaitu 90% vaksinasi, 70% skrining, dan 90% pengobatan, termasuk pengenalan HPV ke dalam program vaksin nasional. Hal ini merupakan komitmen yang jelas bahwa Indonesia sedang menuju pemberantasan kanker serviks pada tahun 2030.

Mengurangi angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks di Indonesia, Dirjen Maxi juga mengatakan dalam komitmennya memerlukan pendekatan multi-pihak yang komprehensif untuk memperkuat kapasitas sistem kesehatan, meningkatkan ketersediaan teknologi pengobatan yang canggih, dan mengatasi permasalahan sosial, hambatan keuangan, budaya, sosial, dan struktural terhadap pencegahan dan pengobatan.

Indonesia telah mengembangkan empat pilar rencana aksi Eliminasi Kanker Serviks, antara lain pemberian layanan, pelatihan dan penjangkauan pendidikan, pendorong utama kemajuan, serta tata kelola dan kebijakan, ungkapnya.

Melalui kepemimpinan lokal dan nasional yang kuat, program berbasis bukti, dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan, Dirjen Maxi mengatakan pilar-pilar ini menjadi landasan bagi bidang-bidang prioritas tertentu serta strategi dan tindakan yang sesuai untuk “melompati” Indonesia menuju eliminasi kanker serviks.

Komitmen ini juga di dukung oleh Kementerian atau lembaga lainnya yang hadir pada forum tersebut, antara lain:

  1. Bappenas: Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan: Drs.Amich Alhumami, MA, M.Ed, Ph.D dan Plt. Dir Kesehatan dan Gizi Masyarakat Endang Sulastri, S.Sos, MPP serta Bu Inti
  2. Koordinator Nasional Program Sekolah Sehat, Direktorat Jenderal Anak Usia Dini, Pratama dan Pendidikan Sekunder, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd.
  3. Pimpinan Fatayat NU Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, S.S., M.Si.

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >