Imunisasi Menjadi Program Prioritas Transformasi Layanan Kesehatan Primer

Makassar, 26 Maret 2024

Pemberian imunisasi rutin secara lengkap terbukti memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan Human Development Index dengan salah satu komponennya yaitu angka usia harapan hidup, karena dapat menghindari kematian yang tidak diinginkan.

Imunisasi sebagai salah satu program prioritas transformasi layanan kesehatan primer menjadi fokus untuk ditingkatkan. Melalui pilar transformasi, pemerintah menunjukkan komitmen tinggi untuk membangun sistem kesehatan layanan primer yang lebih kuat.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Dirjen P2P Kemenkes) Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS saat membuka Pertemuan Nasional Akselerasi Capaian Indikator Program Imunisasi Rutin Tahun 2024 untuk Regional Timur (Wilayah Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua) di Makassar, pada Selasa (26/03/2024).

Hasil capaian indikator program imunisasi pada tahun 2023 menjadi catatan besar untuk Kementerian Kesehatan. Berdasarkan hasil capaian imunisasi tahun 2023 sesuai indikator baik bayi maupun baduta belum mencapai target (100%) yang diharapkan, antara lain Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) 92.5%, Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) 82.0 % dan imunisasi antigen baru 67.9%. Begitu juga dengan capaian indikator BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) sebesar 87.3% (target 80%) dan status Tetanus Toxoid (T2+) pada WUS (Wanita Usia Subur) sebesar 68.4% (target 80%) belum mencapai target yang diharapkan.

Selain itu, untuk indikator persentase kabupaten/kota yang mencapai target imunisasi rutin hanya mencapai 65,8% atau hanya 338 dari 437 kabupaten/kota yang ditargetkan di tahun 2023. Pada tahun terakhir RPJMN kali ini yakni tahun 2024, target untuk indikator tersebut adalah 95% (488 kabupaten/kota).

Sehingga dikesempatannya, Dirjen Maxi meminta dalam pertemuan ini agar segera dilakukan percepatan untuk menyusun strategi dan rencana aksi perbaikan yang lebih sistematis dan tepat sasaran.

Dirjen Maxi dikesempatannya juga memberikan apresiasi kepada 4 (empat) kabupaten/kota dari Regional Timur (Wilayah Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua) dengan capaian program imunisasi terbaik di tahun 2023.

“Saya memberi apresiasi kepada 4 kabupaten/kota di wilayah timur yang bagus dalam capaian program imunisasinya, tidaklah mudah terutama untuk membuat Imunisasi betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat” ujar Dirjen Maxi.

Selain itu Dirjen Maxi juga mengatakan saat ini beberapa penyakit sudah bisa di cegah dengan imunisasi. Dimana kata beliau 2 tahun lalu kita masih 11 dan 3 antigen, namun sekarang 14 + 3 PCV antigen untuk bayi sudah diperluas secara nasional, dan sejak tahun ini HPV untuk kanker serviks bagi usia anak sekolah juga sudah diperluas secara nasional untuk anak SD kelas 5 dan kelas 6, serta Rotavirus untuk bayi juga sudah nasional jadi makin lama jumlah cakupan antigen imunisasi makin luas.

Dirjen Maxi juga berterima kasih dan mengapresiasi Provinsi Sulawesi Selatan khususnya Pemerintah Kota Makassar dalam pelaporan imunisasi melalui ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku) yang cukup bagus. Karena menurutnya penggunaan ASIK ini sesuai arahan Menkes adalah untuk menyampaikan data secara realtime dan by address, serta riwayat imunisasinya juga sudah tertera di dalam ASIK tersebut, dan nantinya juga yang lengkap bisa langsung mendapatkan sertifikat imunisasi, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. Muhammad Ishaq Iskandar, M.Kes, MM, MH mengatakan bahwasanya capaian program imunisasi di Provinsi Sulawesi tahun 2023 dimana antara lain Indikator BIAS telah berhasil mencapai target yaitu 87,34% dari target 80%. Dimana indikator idealnya mencapai 103,4% dari 100%. Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) belum mencapai hanya 92,5% dari 100%, dan imunisasi antigen baru juga belum mencapai baru 62,09% dari target 100%. Imunisasi Tetanus Toxoid (T2+) mencapai 80,9% dari 80%, dan capaian Universal Child Immunization (UCI) mencapai 95,7%.

Menurutnya Pencapaian ini bisa diperoleh atas dukungan dan kerjasama banyak pihak, dan harapan kami adalah cakupan tinggi dan merata ini minimal dapat dipertahankan, serta tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) ini di Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu selama 3 tahun berturut-turut Provinsi Sulawesi Selatan dari tahun 2021 hingga 2023 telah mencapai peringkat pertama pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Dikesempatan yang sama Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen P2P Kemenkes dr. Prima Yosephine, MKM mengatakan bahwasanya dunia telah menerapkan Imunization Agenda 2030 antara lain adalah untuk menurunkan angka kematian yang dapat dicegah dengan imunisasi pada seluruh kelompok usia (the life course), memastikan akses vaksin termasuk vaksin baru, dan tidak ada lagi yg tertinggal imunisasi, serta memastikan kesehatan untuk semua orang melalui penguatan imunisasi dengan pelayanan kesehatan primer dalam rangka mencapai Universal Health Coverage dan berkesinambungan.

Selain itu beliau juga mengatakan terdapat target Global Imunisasi antara lain Eridikasi Polio, Eliminasi Campak-Rubela/CRS, Eliminasi Tetanus Neonatorum, Pengendalian Difteri, dan Pengendalian Pertusis.

“Untuk mencapai keberhasilan program imunisasi tersebut, maka dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak baik lintas program dan sektor termasuk media” ujar Direktur P.Imunisasi Prima Yosephine.

Pertemuan Nasional Akselerasi Capaian Indikator Program Imunisasi Rutin Tahun 2024 untuk Regional Timur (Wilayah Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua) dilaksanakan selama empat hari di Makassar, pada 25 – 28 Maret 2024, dan diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan atau Kabid Provinsi maupun Kabupaten/Kota di wilayah Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan lintas sektor serta program di tingkat pusat maupun daerah. (ADT/CRP)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >