Gerakan Sehat Pendengaran

Hari Pendengaran Sedunia diperingati setiap tahunnya, dalam memeriahkan Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2020, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, pada (13/3) menyelenggarakan kegiatan “Gerakan Sehat Pendengaran” yang diintegrasikan dengan kegiatan Olah Raga setiap Jum’at Pagi di Kementerian Kesehatan RI.

Tahun ini tema yang diangkat adalah “Don’t Let Your Hearing Loss Limit You”, atau “Tetap Berprestasi walau Tanpa Pendengaran”. Tema ini memberi makna bahwa kehilangan pendengaran tidak membatasi kualitas hidup seseorang.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr. Achmad Yurianto mewakil Menteri Kesehatan RI membuka secara resmi kegiatan tersebut yang dihadiri dan diikuti oleh Direktur P2PTM, dr. Cut Putriariani, MH.Kes, pejabat struktural dan staf Kemenkes serta lintas kementerian atau lembaga, perwakilan Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Komite Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT), serta Penggiat Gangguan Pendengaran dan Ketulian.

Dalam sambutan dan arahan Menteri Kesehatan yang dibacakan oleh Dirjen P2P, dr. Achmad Yurianto. Menkes mengajak agar pada momentum Hari Pendengaran Sedunia kali ini seluruh masyarakat maupun penggiat untuk dapat lebih meningkatkan kesadaran dan kepeduliannya terhadap kesehatan pendengaran.

Mari Kita bersama-sama menciptakan kondisi lingkungan yang ramah teman tuli dengan pemberian hak dan kewajiban tanpa diskriminatif dan memperbanyak tempat yang menggunakan bahasa isyarat ataupun literasi lain yang dapat diakses secara optimal, ucap Menkes

Selain itu, kata Menkes perlu menjadi perhatian bagi kita bersama terhadap penerapan standar kebisingan di sarana hiburan, sarana pendidikan yang menggunakan alat bersuara keras dan lain-lain dalam rangka mencegah terjadinya gangguan pendengaran. Lakukanlah deteksi sedini mungkin gangguan pendengaran agar penanganan dapat dicapai seoptimal mungkin dalam kualitas pendengaran.

Apresiasi juga diberikan oleh Menkes kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam Penanggulangan Gangguan Pendengaran yang merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan generasi unggul yang berkualitas, sebagaimana prestasi para teman tuli yang hadir di tengah-tengah kita yang memiliki prestasi dalam bidangnya masing-masing meskipun tanpa pendengaran.

Di kesempatan yang sama pada kegiatan tersebut Dirjen P2P mewakili Menkes memberikan secara simbolis Piagam Penghargaan Apresiasi kepada Role Model dari Komnas PGPKT kepada Teman Tuli Berprestasi yang dilanjutkan dengan pemberian Buku Katalog Role Model dari Teman Tuli kepada Dirjen P2P. Pada kegiatan tersebut dilakukan juga Pameran, Senam, dan Flashmob Sadar Bising, Pemeriksaan Deteksi Dini Gangguan Pendengaran dengan Metode Audio Meter, Bersih-Bersih Telinga, serta Demo Akupresur Penanganan Batuk Pilek (Flu) oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional.

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >