Gedung Wilker Kolaka dan Pomalaa BKK Kelas Kendari Diresmikan Dirjen P2P, Wujud Nyata Komitmen Kemenkes Berikan Pelayanan Maksimal

Kendari, 27 April 2024

Salah satu upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan kekarantinaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan adalah melakukan standarisasi terhadap fasilitas gedung/ bangunan pada kantor wilayah kerja (wilker) di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT).Gedung/bangunan Balai Kekarantinaan Kesehatan yang merupakan UPT dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kemenkes RI salah satunya yang akan dipenuhi secara bertahap.

Sehubungan dengan hal tersebut Direktur Jenderal P2P Kemenkes RI Dr.dr.Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS meresmikan 2 gedung/bangunan baru kantor wilker yaitu Pelabuhan Laut Kolaka dan Pomalaa Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kendari, pada Sabtu (27/4/2024).

“Diharapkan dengan gedung/bangunan baru ini performa dan pelayanan kekarantinaan kesehatan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya di Kabupaten Kolaka akan semakin meningkat dan optimal,”ujar Dirjen Maxi.

Pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Kekarantinaan Kesehatan tidak lepas dari dukungan sarana dan prasarana, pembangunan fisik jelas memberikan kontribusi positif bagi kinerja petugas, peresmian Gedung Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Kolaka dan Pomalaa ini adalah wujud nyata komitmen Kementerian Kesehatan untuk memberikan pelayanan yang maksimal.

“Saya harap peresmian ini menjadi momentum yang baik bagi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kendari untuk menyatakan tekad dan berkomitmen dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di Sulawesi Tenggara khususnya di Kabupaten Kolaka,”harap Dirjen Maxi.

Kesiapsiagaan dalam menghadapi wabah/public health emergency, penguatan surveilans di pintu masuk dan wilayah, serta penguatan respon terhadap wabah/ public health emergency merupakan bagian dan perwujudan dari pilar ke tiga Ketahanan Kesehatan Transformasi Kesehatan.

Jadi, saya minta dengan adanya gedung/bangunan baru ini untuk melakukan screening penyakit-penyakit menular, mencegah dan melakukan serta memperkuat surveilans wilayah. Kita jaga negara kita Indonesia baik di pintu masuk Pelabuhan, Udara dan Laut untuk arus barang, jasa terutama mengangkut orang dengan melakukan deteksi dan respon dari ancaman penyakit yang berpotensi wabah masuk di negara kita, ujar Dirjen Maxi

Pengalaman COVID-19, kata Dirjen Maxi sudah terbukti bahwa teman-teman Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) sudah sangat bekerja dengan sangat baik. Dimana semua Pelabuhan dan Bandara di pintu masuk negara betul-betul dijaga ketat dengan melakukan deteksi dini penyakit yang berpotensi wabah baik yang datang dari luar maupun antar pulau, dan dalam negeri.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelaa I Kendari dr. La Ode Muhammad Hajar Dony mengucapkan terima kasih atas segala dukungan mulai dari tingkat pemerintah pusat dan daerah, pimpinan terutama di lingkungan Ditjen P2P Kemenkes RI, dan seluruh rekan-rekan insan BKK Kelas I Kendari dalam pembangunan gedung/bangunan 2 wilker yaitu Kolaka dan Pomalaa. Dengan harapan BKK Kelas I Kendari dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan terus memberikan pelayanan prima yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (ADT/CRP/ING)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >