Ditjen P2P Berikan Hibah Ambulans Laut Kepada Kabupaten Terpilih Guna Selamatkan Banyak Nyawa

Direktur Jenderal P2P Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS didampingi oleh Sekretaris Ditjen P2P, dr. Yudhi Pramono, MARS telah melaksanakan penandatanganan dokumen serah terima dan dokumen naskah hibah ambulance laut dari  Ditjen P2P Kemkes kepada Bupati Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Biak Numfor pada 27 Juli 2023 di KKP Kelas I Tanjung Priok, Jakarta.

 Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kabupaten dalam rangka mencapai target/indicator pembangunan kesehatan. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu indikator penting dalam pembangunan adalah Human Development Index (HDI)/ Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terdiri dari indeks ekonomi (pendapatan riil per kapita), indeks pendidikan (angka melek huruf dan lama sekolah), dan indeks kesehatan (umur harapan hidup waktu lahir).

Untuk menentukan peringkat kabupaten/kota dalam pembangunan kesehatan disusunlah Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yaitu indikator komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan yang dirumuskan dari data kesehatan berbasis komunitas yaitu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), dan Survei Potensi Desa (Podes).

Terdapat 24 indikator kesehatan yang digunakan dalam IPKM dengan nilai korelasi UHH yang tertinggi. Indikator kesehatan tersebut adalah prevalensi balita gizi buruk dan kurang, prevalensi balita sangat pendek dan pendek, prevalensi balita sangat kurus dan kurus, prevalensi balita gemuk, prevalensi diare, prevalensi pnemonia, prevalensi hipertensi, prevalensi gangguan mental, prevalensi asma, prevalensi penyakit gigi dan mulut, prevalensi disabilitas, prevalensi cedera, prevalensi penyakit sendi, prevalensi ISPA, proporsi perilaku cuci tangan, proporsi merokok tiap hari, akses air bersih, akses sanitasi, cakupan persalinan oleh nakes, cakupan pemeriksaan neonatal-1, cakupan imunisasi lengkap, cakupan penimbangan balita, ratio dokter/Puskesmas, dan ratio bidan/desa.

Ambulan laut tersebut dapat digunakan sebagai transportasi khusus untuk kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di kedua kabupaten tersebut yang terdiri dari beberapa pulau.

Dirjen berharap agar ambulans laut tersebut dapat dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin sesuai dengan tujuan nya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat guna untuk tercapainya visi pembangunan kesehatan yaitu “”Menciptakan manusia yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan”.

Bupati Wakatobi sangat berterimakasih pada seluruh jajaran Kemenkes yang telah memberikan ambulans laut untuk masyarakat di Kab.Wakatobi. “Saya tahu bahwa banyak daerah kepulauan yang sangat membutuhkan ambulans laut seperti ini, saya senang sekali Kabupaten Wakatobi mendapatkan porsi dari salah satu Kabupaten terpilih, kami akan menggunakan ambulans laut ini seoptimal mungkin dalam membantu mendekatkan masyarakat ke pelayanan kesehatan”. Ujarnya (NDA)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >