Dirjen P2P Resmikan 3 Gedung Baru Wilker BKK Kelas I Tanjung Pinang

Pada kunjungan kerjanya ke Tanjung Pinang, pada Rabu (28/02/2024) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS melakukan Peresmian 3 (tiga) Gedung Wilayah Kerja (Wilker) Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjung Pinang, yaitu Lobam, Kijang dan Tarempa serta meninjau Program dan Fasilitas Kesehatan di Puskesmas Teluk Sasah dan Kawasan Industri Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Kesiapsiagaan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Pinang dalam menghadapi wabah/public health emergency telah bertransformasi menjadi BKK Kelas I Tanjung Pinang, yang bertugas melaksanakan upaya cegah tangkal penyakit dan faktor risiko kesehatan di pelabuhan, bandar udara, dan pos lintas batas negara yang melayani lalu lintas domestik. 

Salah satu upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan kekarantinaan yang dilakukan adalah melakukan standarisasi terhadap fasilitas gedung/bangunan baru pada masing-masing kantor wilker secara bertahap sehingga diharapkan performa dan pelayanan kepada masyarakat akan semakin meningkat dan maksimal.

“Diharapkan selesainya pembangunan gedung wilker dapat di manfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya”, ujar Dirjen Maxi dalam sambutannya.

BKK Kelas I Tanjung pinang membawahi delapan wilayah kerja di lima Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau. Hingga saat ini, wilayah kerja yang sudah memiliki gedung baru ada 3 (tiga) wilayah, yaitu: Pelabuhan Lobam, Tarempa dan Kijang.

“Dengan terjalinnya koordinasi yang baik, tantangan dan permasalahan yang dihadapi dapat diatasi dengan cepat dan tepat, dan pelayanan bagi masyarakat dan para mitra akan semakin optimal”, ungkap Dirjen Maxi

Keunikan wilker BKK Kelas I Tanjungpinang merupakan wilayah yang terletak di 3TP (tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan), dengan karakteristik geografis kepulauan di perbatasan Indonesia. Dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, maka panyakit dan faktor risiko kesehatan berpotensi wabah melalui pelabuhan, bandar udara, dan pos lintas batas negara dapat dilakukan upaya pencegahan, deteksi, dan respon penanggulangan di pintu masuk negara. (ADT/NDA/GA)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >