Dirjen P2P Resmikan Laboratorium BSL-2 dan Studio Mini Podcast B/BTKLPP Surabaya

Pandemi COVID-19 merupakan salah satu kejadian yang memicu dan memacu percepatan upgrade kemampuan laboratorium meliputi kemampuan pengambilan sampel, administrasi sampel dan pemeriksaan sampel di Indonesia. Setiap daerah didorong untuk memiliki laboratorium pemeriksaan COVID-19 untuk memenuhi tuntutan akan kebutuhan penegakan diagnosis dan treatment yang tepat.

Hal ini turut memberikan peran strategis baru bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen P2P, yaitu Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (B/BTKLPP) sebagai laboratorium pemeriksa spesimen COVID-19 terdepan sekaligus sebagai pembina laboratorium di wilayah layanannya.

Untuk itu dalam rangka Peningkatan kapasitas laboratorium sesuai dengan standar BSL-2 di lingkungan UPT Ditjen P2P Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, pada (24/3) melakukan peresmian Laboratorium BSL-2 sekaligus meresmikan Mini Podcast B/BTKLPP Surabaya.

Dirjen Maxi dalam sambutannya mengatakan akan mendorong upaya-upaya UPT yang bertanggungjawab kepada Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit untuk terus meningkatkan kemampuan pemeriksaan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja, memberikan pembinaan di wilayah kerjanya, serta menjadi manfaat dan memiliki dampak bagi penegakan diagnosis penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan.

“Saya meminta agar UPT Ditjen P2P untuk terus berinovasi dan merancang program/kegiatan dalam kemasan terbaik sehingga kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit tak hanya mencapai target sasaran namun juga dirasakan manfaat dan memiliki dampak yang besar ke masyarakat,”ujar Dirjen Maxi.

Menurut Dirjen Maxi sebagai institusi pelayanan publik, B/BTKLPP Surabaya dan UPT Ditjen P2P Kementerian Kesehatan yang saat ini hadir juga perlu terus meningkatkan pelayanan publik dengan terus berkewajiban memberikan informasi yang benar dan berimbang mengenai lembaga, kegiatan, program, dan kajian sesuai dengan semangat reformasi birokrasi melalui keterbukaan informasi publik.

“Dalam memberikan pelayanan, tak hanya melakukan tugas dan fungsinya secara extraordinary, namun program dan kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit akan lebih dirasakan masyarakat apabila disampaikan secara informatif kepada khalayak dengan menggunakan berbagai media yang dapat menjangkau lebih banyak kalangan,” ungkap Dirjen Maxi saat meresmikan Mini Podcast B/BTKLPP Surabaya.

Melalui berbagai siaran dan acara yang digagas Mini Studio Podcast, Dirjen Maxi berharap kegiatan uji, kaji, solusi dalam kerangka pencegahan dan pengendalian penyakit yang diselenggarakan B/BTKLPP Surabaya dapat menjangkau audiens yang luas sehingga meningkatkan pengetahuan dan memberikan informasi yang berimbang mendukung semangat reformasi birokrasi melalui komitmen pada keterbukaan informasi publik.

Dikesempatannya dalam melakukan sejumlah agenda di Provinsi Jawa Timur Dirjen Maxi juga menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan kerjanya ke beberapa UPT Ditjen P2P di wilayah Jawa Timur yaitu KKP Kelas II Semarang dan KKP Kelas II Probolinggo untuk meninjau gedung dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.

Dirjen Maxi sangat mengapresiasi kedua UPT Ditjen P2P tersebut yang sudah memiliki gedung yang kepemilikannya sudah menjadi milik Kementerian Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Ning/Adt)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >