Dirjen Maxi Resmikan Kantor Wilker Bintauna KKP Bitung, dan Kwandang KKP Gorontalo, serta Melaunching Aplikasi “Si BINTHE”

Disela-sela Kunjungan Kerjanya ke Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (22/5) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS melakukan Peresmian 2 Kantor Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen P2P Kemenkes, antara lain Kantor Wilayah Kerja (Wilker) Bintauna Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Bitung, dan Kantor Wilayah Kerja (Wilker) Kwandang Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Gorontalo, serta melaunching Aplikasi “SI BINTHE” (Sistem Berbasis Informasi Terintegrasi Health Quarantine) KKP Gorontalo.

Saat ini kita semua sedang menghadapi dinamika baru yaitu World Health Oragnization (WHO) telah mencabut Public Health Emergency of International Concern COVID-19 dan MonkeyPox. Akan tetapi pencabutan tersebut bukan serta merta menjadikan penyebab penyakit ini hilang. WHO menyampaikan bahwa kewaspadaan terhadap lonjakan kasus perlu diwaspadai dan masih diperlukan upaya-upaya untuk mengendalikannya.

Salah satu upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan kekarantinaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan adalah melakukan standarisasi terhadap fasilitas Gedung/Bangunan pada Kantor Wilker di masing-masing KKP yang akan dipenuhi secara bertahap.

“Diharapkan Kantor Wilker ini dapat berfungsi sebagaimana fungsi pada kantor induk namun dengan kapasitas standar yang disesuaikan kebutuhan,” ujar Dirjen Maxi dalam sambutannya.

Saat ini KKP segera disiapkan untuk mampu bersaing secara global dalam melakukan upaya detect, prevent dan response  yang cepat, tepat, akurat dan transparan. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya standarisasi sarana, prasarana, SDM, Tools, kendaraan operasional, dan lain-lain maupun pembaruan terhadap standar operasional prosedur.

Dalam hal fungsi cegah tangkal penyakit maupun faktor risiko yang berpotensi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM), maka KKP juga dituntut harus mampu melakukan deteksi dini yang cepat sesuai standar. Oleh karenanya KKP akan di lengkapi dengan fasilitas laboratorium mini/sederhana (standar BSL-2) dan akan dipenuhi secara bertahap mulai tahun ini, ungkap Dirjen Maxi

Saat ini kita telah memasuki era Industri 4.0, dimana penggunaan dan pemanfaatan teknologi digital dalam melakukan transformasi dibidang kesehatan menjadi suatu hal yang mutlak. Untuk itu dikesempatannya Dirjen Maxi juga turut melaunching Aplikasi “SI BINTHE” salah satu inovasi berbasis Teknologi Informasi yang di inisiasi oleh KKP Kelas II Gorontalo dalam Upaya Peningkatan Kinerja Organisasi.

Aplikasi ini merupakan salah satu inovasi berbasis Teknologi Informasi yang didalamnya memuat tentang Pengumpulan dan Pelaporan Data Kinerja melalui digitalisasi yang terdiri dari beberapa fitur, antara lain Absensi Online, Fitur Monitoring Capaian Kinerja Organisasi, Inputan Laporan Kegiatan secara berkala, sehingga data yang di dapatkan dapat di monitoring dengan baik, akuntabel dan relevan.

Nama “Si BINTHE” ini mengangkat kearifan local (Local Wisdom) yang familiar di masyarakat Gorontalo. Kata “Binthe” merupakan Bahasa Gorontalo yang artinya adalah Jagung. Jagung adalah komoditas utama yang terbesar di Provinsi Gorontalo yang proses penanamannya bergotong-royong, sama halnya dengan Aplikasi “Si BINTHE” yang dimanfaatkan dan diimplementasikan bersama untuk kepentingan bersama. Simbol jagung (Binthe) melambangkan kebersamaan dan keterikatan untuk mencapai tujuan.

Dikesempatannya saat melaunching Aplikasi “Si BINTHE” Dirjen Maxi berharap agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh pegawai di KKP Gorontalo untuk mendukung jalannya tugas dan fungsi organisasi serta diusulkan kedalam WBK Tingkat Nasional.(ADT/GTM)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >