Satukan Kata dan Langkah #CLOSETHECAREGAP

Jakarta (7/2), bertempat di Gedung Sujudi Kementerian Kesehatan RI, Kick Off Peringatan Hari kanker Sedunia di gelar dengan mengusung tema pada tahun ini ialah “Close The Care Gap” yang bermakna untuk mempersempit kesenjangan pada pelayanan kanker agar masyarakat memperoleh pengetahuan, kesadaran dan pelayanan kanker yang adil, bermutu, dan merata. “Tujuan peringatan hari kanker sedunia ini ialah untuk meningkatkan awareness masyarakat luas tentang kewaspadaan pada penyakit kanker” Ucap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dr. Eva Susanti, S.Kp., M.Kes.


Di Indonesia, kanker payudara dan kanker leher rahim merupakan dua kanker terbanyak dengan jumlah kasus terbanyak 65.858 (16,6%) dan 36.633 (9,2%) kasus pada tahun 2020. Karena menjadi beban kesehatan bukan hanya karena angka kejadiannya yang cukup tinggi tetapi juga karena beban biaya dan dampak sosial yang ditimbulkan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan tahun 2020, kanker merupakan penyakit katastropik dengan pembiayaan terbesar kedua, yaitu sekitar 3.5 triliun rupiah. Beban pembiayaan tersebut dikarenakan 70% kanker ditemukan pada stadium lanjut. Dalam sambutannya Ibu Menteri kesehatan RI, Ida Rachmawati mengungkapkan bahwa penyakit kanker sangat dekat dengan Beliau sekeluarga karena beberapa anggota keluarganya meninggal dunia karena penyakit ini. “Oleh karena itu sangat penting untuk meningkatkan kembali kewaspadaan terhadap penyakit kanker dengan melakukan deteksi dini terutama bagi perempuan demi kualitas hidup yang lebih baik” ucap ibu Menkes.

Menyikapi permasalahan kanker di Indonesia, Pemerintah melakukan pendekatan melalui strategi 4 pilar, yaitu promosi kesehatan, perlindungan khusus, deteksi dini, dan penanganan kasus. Pilar promosi kesehatan dan deteksi dini merupakan kunci utama dalam upaya menurunkan insidens dan kematian akibat kanker. Oleh karena itu upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat dan deteksi dini kanker harus terus dilakukan secara luas kepada masyarakat. Harapannya dengan deteksi dini dan penemuan dini kanker dapat meningkatkan kesintasan dan produktifitas penderita kanker serta menekan pembiayaan pelayanan kanker.

Pada kesempatan ini pula turut diadakan pemeriksaan USG payudara serta tes DNA HPV dan IVA guna mendeteksi dini kanker payudara dan kanker leher Rahim untuk karyawati dan istri karyawan Kementerian Kesehatan RI. Sekaligus diadakan seminar Upaya Penguatan Deteksi Dini dan Penemuan Dini Kanker dengan pembicara Dr.dr.Teny Tjitra Sari, Sp. A (IDAI), Dr. dr. Sawitri Darmiati, Sp. Rad, Subsp.P.R.P (K), dan Dr, dr. Tofan Widya Utami, Sp.OG(K). dengan moderator Ayu Diah Pasha, S.H (SSH)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >