Ditjen P2P Memberikan Bantuan kepada Korban Akibat Gempa di Cianjur, Jawa Barat

Seperti yang kita ketahui pada Senin (21/11) gempa dengan magnitude 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat. Sebanyak 83.747 rumah dan infrastruktur lain seperti sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, dan 17 gedung atau kantor rusak akibat gempa, serta terdapat 16 kecamatan terdampak.
Dalam rangka mempercepat penanganan darurat, Kementerian Kesehatan dengan seluruh Lintas Program dan Lintas Sektor telah mendirikan posko kesehatan guna membantu para korban. Direktorat Jenderal P2P khususnya Direktorat Surveilans, Karantina Kesehatan, Direktorat Penyehatan Lingkungan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan juga ikut bergerak dalam kegiatan kemanusiaan di Cianjur, Jawa Barat.
Pada Jumat (2/12) Dirjen P2P, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM,MARS beserta jajaran pejabat di lingkungan Ditjen P2P melakukan kunjungan ke Cianjur, Jawa Barat. Dirjen meninjau Posko Kesehatan dan memberikan bantuan kepada korban terdampak gempa Cianjur.


Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan dan logistik seperti peralatan sanitasi higiene, perlengkapan kebutuhan harian (sarung, pakaian, selimut, perlengkapan ibadah, kasur) dan kursi roda. Bantuan diterima langsung oleh posko pusat tanggap bencana yang dikoordinir oleh BIN yang nantinya akan mendistribusikan bantuan ke para pengungsi secara merata.
Berdasarkan data kesehatan, Diare dan ISPA merupakan penyakit yang masih banyak anak-anak alami pasca gempa. “Oleh karena itu, kita masih terus mengupayakan air bersih di beberapa titik karena terdapat beberapa titik dengan akses yang sulit dijangkau. ” ujar Dirjen P2P.


Ditjen P2P terus melakukan sosialisasi terkait beberapa risiko penyakit menular, serta menjamin ketersediaan obat-obatan untuk para warga yang membutuhkan. (INK)

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >