ATScale Siap Berkolaborasi 

Saat ini lebih dari 2,5 miliar orang memerlukan setidaknya satu bentuk teknologi alat bantu (AT), seperti kursi roda, kacamata, atau alat bantu dengar. Akses terhadap alat bantu (AT) tidak merata. Di beberapa negara hanya 3% yang memiliki akses terhadap AT yang mereka perlukan. Jumlah orang yang membutuhkan AT akan meningkat menjadi lebih dari 3,4 miliar pada tahun 2050. Sekitar 1 – 2 dari 100 orang berumur 5-17 tahun di Indonesia mengalami disabilitas (1,6%). Prevalensi disabilitas fisik pada penduduk berumur 5-17 tahun di Indonesia sebesar 0,4%. Prevalensi disabilitas sensorik pada penduduk  berumur 5 – 17 tahun di Indonesia sebesar 0,2%. Prevalensi disabilitas komunikasi pada penduduk  berumur 5 – 17 tahun di Indonesia sebesar 0,5%. Prevalensi penggunaan alat bantu dengar pada penduduk umur ≥ 1tahun di Indonesia sebesar 4,1%. Prevalensi penggunaan alat bantu lihat pada penduduk umur ≥ 1tahun di Indonesia sebesar 11,7%. Prevalensi penggunaan alat bantu berjalan/dibantu pada penduduk umur ≥1tahun di Indonesia sebesar 50,6%.

Indonesia terpilih menjadi salah satu negara yang akan berkolaborasi dengan ATScale yaitu Global Patnership untuk Assistive Technology dalam project Ramadhan Call. Project tersebut dalam rangka memperkuat implementasi skrining gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran serta penyediaan alat bantu kacamata, alat bantu dengar, dan alat bantu gerak/mobilitas bagi anak usia sekolah. 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung program skrining dan intervensi dini pada anak usia 7-15 tahun. Hal ini dibuktikan dikembangkan nya beberapa kegiatan skrining kesehatan dengan sasaran anak usia sekolah. sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti pemerintah, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, program skrining dan intervensi dini di Jawa Barat dapat mencapai tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak dengan disabilitas dan membangun generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas.

Oleh karena itu, skrining dan intervensi pada anak usia 7-15 tahun di Jawa Barat merupakan hal yang potensial dan strategis. Dengan menjangkau 6,9 juta anak usia 7-15 tahun di Jawa Barat, program skrining dan intervensi dini dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masa depan anak-anak di Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan. Kunjungan Lapangan ini dilakukan disalah satu sekolah SMPN 9 Bandung dam Sekolah SLB Negeri Padjajaran, untuk monitoring programnya skrinning Kesehatan dan disabilitas yaitu puskesmas pasir kaliki dan pusat m,ata nasional rumah sakit mata Cicendo.

Diharapkan kolaborasi dan kerjasama dengan ATScale ini dapat dioptimalkan untuk penguatan upaya promotif, preventif, skrining dan penyediaan alat bantu, peningkatan kapasitas SDM, pemenuhan sarana prasarana termasuk kebutuhan alat skrining dan diagnostik di fasilitas kesehatan dalam rangka penguatan program penanggulangan gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran. Dukungan ini akan diutamakan untuk scaling-up program yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Pelaksanaan kegiatan tentunya berdasarkan strategi integrasi dan kolaborasi multisektor dengan Kementerian/Lembaga dan mitra terkait.(CRP/IWN)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >