30 PNS Ditjen P2P Kemenkes Ikuti Pelatihan Bidang Penyidikan Pegawai Negeri Sipil

Sebanyak 30 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan RI mulai dari tanggal 21 Agustus – 19 Oktober 2023 mengikuti Diklat Pembentukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pola 400 JP Tahun Anggaran 2023 di Diklat Reserse Lemdiklat Polri Megamendung Bogor, Jawa Barat.

Program Diklat ini merupakan salah satu syarat formil yang harus dipenuhi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 3A Ayat 1 yang berbunyi yaitu untuk dapat diangkat sebagai pejabat PPNS, calon harus memenuhi persyaratan diantaranya mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan di bidang penyidikan.

Pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh melalui pendidikan dan latihan pembentukan PPNS ini bertujuan agar masing-masing pegawai yang mengemban fungsi undang-undang tersebut dapat menjalankan penegakan hukum dengan baik dan benar. Demikian disampaikan oleh Kepala Pendidikan dan Pelatihan Reserse Lemdiklat Polri Brigadir Jenderal Polisi Agus Santoso, pada (21/8) saat menjadi inspektur Upacara Pembukaan Diklat Pembentukan PPNS yang dihadiri juga oleh undangan dari perwakilan Ditjen P2P Kemenkes yang diwakili oleh Katimja Hukormas, Katimja Karkes, dan Biro Hukum Kemenkes, perwakilan Bea Cukai Kemenkeu dan jajaran dari Lemdiklat Polri.

Penegakan hukumnya kalau Ditjen P2P Kemenkes yaitu dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan berdasarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2022, dimana Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan dan pengendalian penyakit. Selain itu dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja diatur juga tentang Kepabean dan Kesehatan.

“Saya mengharapkan para peserta diklat, agar benar-benar dapat memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini dan dapat mengikuti dengan penuh kesungguhan, ketekunan serta dapat menyimak setiap materi pelajaran yang disampaikan oleh instruktur maupun nara sumber dengan baik,” ungkap Brigadir Jenderal Agus.

Brigadir Jenderal Agus juga berharap dengan mengikuti pelatihan ini, maka nantinya terbentuklah jiwa korsa bersama antar peserta diklat. Tantangan terberat dalam penegakan hukum adalah kerjasama ini penting dan kesempatan Bapak/Ibu sekalian hanya sekali seumur hidup datang ke sini manfaatkan dengan baik dengan penyidik polrinya dan dengan penyidik PPNS yang lain juga, ujar beliau diakhir sambutan. (Adt/Ink)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >