Yuk mengenal lebih dekat nyamuk ber-wolbachia pemberantas dengue!

SahabatSehat, belakangan ramai riuh seputar nyamuk aedes aegepty berteknologi wolbachia yang telah disebar di beberapa daerah untuk menekan penyebaran demam berdarah (dengue). Muncul dugaan bahwa nyamuk ini berbahaya karena mengandung bakteri hasil rekayasa genetik.

Apa sebenarnya nyamuk ber-wolbachia?

Bagaimana keamanannya? dan benarkah berbahaya bagi tubuh dan lingkungan?


Yuk mengenal lebih dekat dengan nyamuk ber-wolbachia pemberantas dengue!


Semua fakta-fakta seputar nyamuk berteknologi wolbachia telah dirangkum oleh @drningz dalam postingan berikut! Scroll sampai akhir ya!
Jangan lupa, share sebanyak-banyak agar makin banyak yang tahu! Sehingga tidak terjadi miss informasi diantara kita

Teknologi Nyamuk Aedes Aegepty ber-Wolbachia

  • Wolbachia adalah bakteri alami pada 60 persen serangga
  • Bakteria Wolbachia tidak menginfeksi manusia atau Vertebrata yang lain, dan tidak menyebabkan manusia atau hewan menjadi sakit
  • Wolbachia hidup dalam sel serangga dan dapat diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya melalui telur.
  • Nyamuk Jantan Ber-Wolbachia kawin dengan Nyamuk Betina : Telur tidak menetas.
  • Nyamuk Jantan kawin dengan Betina Ber-Wolbachia : Telur menetas Ber-Wolbachia.
  • Nyamuk Jantan Ber-Wolbachia kawin dengan Betina Ber-Wolbachia : Telur menetas Ber-Wolbachia.

Wolbachia menghambat replikasi virus Dengue

  • Wolbachia dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti dapat menurunkan replikasi virus dengue sehingga dapat mengurangi kemampuan nyamuk tersebut sebagai penular demam berdarah.
  • Pertambahan bakteri atau virus terjadi melalui mekanisme kompetisi mendapatkan makanan antara virus dengue dan bakteri Wolbachia dalam tubuh nyamuk. Makin sedikit mendapatkan suplai makanan, makin sulit virus dengue berkembang biak (replikasi).

Bagaimana Metode pelepasan Wolbachia?

  • Pada tahap awal, telur nyamuk aedes dimasukkan bakteri Wolbachia.
  • Setelah telur menetas akan menghasilkan nyamuk aedes jantan Ber-Wolbachia dan aedes betina Ber-Wolba-chia. Nyamuk aedes jantan dan betina Ber-Wolbachia tersebut, hidup di lingkungan sekitar kita secara alamiah dan berkembang biak menghasilkan generasi nyamuk Ber-Wolbachia.

Fakta: Peningkatan jumlah nyamuk di area pelepasan hanya terjadi saat periode pelepasan. Tidak ada perbedaan jumlah nyamuk Aedes Aegypti sebelum dan setelah Wolbachia dilepaskan.

Tahapan Implementasi Teknologi Wolbachia

Studi kelayakan pelaksanaan teknologi Wolbachia telah dilakukan di Jogjakarta pada tahun 2022 dan hasilnya menurunkan 77% kasus demam berdarah dan 86% kasus perawatan di rumah sakit. Hal ini membuktikan bahwa teknologi Wolbachia aman untuk diterapkan sebagai salah satu metode penanganan penyakit demam berdarah di Indonesia.Termasuk meletakkan ember berisi nyamuk di masyarakat. Studi cost effectiveness juga telah dilakukan (brady et.al) dengan hasil bila teknologi Wolbachia diterapkan pada daerah padat penduduk, maka akan menurunkan biaya penanganan demam berdarah. Penerapan teknologi Wolbachia harus tetap diiringi dengan 3M plus

Nyamuk Ber-Wolbachia Bukan Rekayasa Genetik
Nyamuk Ber-Wolbachia adalah nyamuk yang lahir dari telur yang diberikan bakteri alami Wolbachia. Baik telur nyamuk aedes maupun bakteri Wolbachia didapatkan secara alami tanpa ada manipulasi genetika, dan tidak diternakkan di laboratorium.Telur yang sudah Ber-Wolbachia akan berkembang secara alami menjadi nyamuk jantan dan betina Ber-Wolbachia di alam

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >