Pertemuan Nasional Evaluasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tahun 2017

Sorong (30/10) Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. H.Mohamad Subuh, MPPM, membuka acara Pertemuan Nasional Evaluasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tahun 2017 kota Sorong, turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Binaan wilayah P2P Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Para Pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal P2P dari Kantor Pusat dan UPT.

Tema pertemuan  ini adalah  Akselerasi Program P2P dalam Memantapkan Program Indonesia Sehat melalui PIS-PK dan GERMAS untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Pertemuan ini dihadiri oleh 153 peserta dari Tujuan pertemuan ini adalah terlaksananya evaluasi program dan kebijakan P2P di daerah selama tahun 2016 dan semester pertama tahun 2017. Teridentifikasinya terobosan dan inovasi dengan dukungan lintas sektor dan lintas program untuk percepatan, penguatan, dan  peningkatan kualitas program P2P. Tercapainya komitmen dalam meningkatkan koordinasi dan sinergitas pelaksanaan Program P2P di Pusat, UPT dan di Daerah.

 

Dalam sambutannya dirjen P2P dr. H. Subuh upaya pemicuan di Daerah agar capaian program P2P meningkat, sesuai Perjanjian Kinerja yang telah ditanda-tangani pada Rakerkesnas Tahun 2017, Melakukan percepatan pencapaian target-target program P2P melalui  penguatan kebijakan, kapasitas, sistem,  jejaring dan intensifikasi pelaksanaan kegiatan dengan melibatkan seluruh jajaran lintas sektor pemerintah dan segenap lapisan masyarakat,  juga Meningkatkan komitmen Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam mempercepat pencapaian target-target program P2P dengan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di bidang kesehatan dengan sungguh-sungguh, menjalankan NSPK, dan menerapkan SPM pelayanan kesehatan, dalam sinergi Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Disamping tindak lanjut dari dari hasil Rakontek P2P, Tahun ini juga  kementerian kesehatan gencar melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga atau yang kita kenal PIS-PK dan Pelaksanaan Germas.  Juga secara terus menerus melakukan sosialisasi  pelaksanaan SPM di Propinsi dan Kabupaten/kota.  Tentunya perlu kita lihat sejauh mana capaian kita sejak awal tahun sampai dengan hari ini.

 

Selain itu beberapa program yang harus kita capai  adalah Kampanye MR yang telah dilaksanakan selama bulan Agustus dan September , bulan ini dua kegiatan besar Program P2P adalah Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) yang telah kita canangkan di Kota Demak serta pemeriksanaan IVA dan Sadanis dengan target wanita usia 30 – 50 tahun

Untuk Unit pelaksana Teknis, beberapa capaian dapat dilihat sebagai berikut : 1) B/BTKL-PP : dari 8 indiktor yang dikompilasi oleh Sekretariat Ditjen, 6 indiktor diatas 75 % di Triwulan 3, sedangkan 2 indikator dibawah 75% yaitu  dukungan manjemen dan layanan pengadaan. 2) KKP : dari 25 KKP yang melaporkan kinerja, hanya 3 indiktor yang diatas 75 % yaitu layanan situasi khusus, pemberian sertifikat dan deteksi dini dalam rangka cegah tangkal penyakit. Hal lain yang perlu kita perhatikan bahwa KKP telah melakukan skrining PTM terhadap 17.589 orang  dan 19.766 orang untuk skrining HIV/ AIDS.

 

Pertemuan ini mengunakan metode paparan materi, diskusi kelompok, kunjungan lapangan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat dan ke 3 Puskesmas terplih untuk mempelajari implementasi Program PIS-PK, Germas, SPM, dan pelayanan kesehatan pariwisata (BI/Humas)