Peresmian Gedung Instalasi Laboratorium BBTKLPP Surabaya di Desa Wonosari, Nongkojajar

Nongkojajar (25/11) Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM meresmikan Gedung Instalasi Laboratorium Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya (BBTKLPP) Surabaya di Desa Wonosari, Nongkojajar, Kecamatan Tutur di Provinsi Jawa Timur.  Turut hadir Asisten 1 Pemkab Pasuruan Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat. Sesditjen P2P dan Perwakilan Kepala KKP dan BBTKLPP dan Para Eselon di kementerian Kesehatan terkait.

Dari interval penilaian 1 – 10, gedung di Pasuruan ini memiliki nilai 9.”Kenapa saya katakan dapat nilai 9, karena Gedung Empat lantai ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang sangat memadai dr. Subuh mengatakan, bahwa gedung di Pasuruan ini merupakan kebanggaan Indonesia Memiliki luas bangunan sekitar 1,6 hektar dan berada di luas lahan kurang lebih 6 hektar. Ditunjang dengan peralatan lab yang memadai,” katanya.

Subuh menjelaskan, lab ini sudah berstandar BSL II dan dilengkapi empat instalasi. Di antaranya instalasi laboratorium zoonosis dan hewan coba, instalasi laboratorium parasit, instalasi laboratorium virologi, dan instalasi uji resistensi virologi dan mikrobiologi.”Ini sangat luar biasa sekali. Dan ke depan, kami berharap fungsi itu bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nantinya,” terangnya. beliau juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Bupati PasuruanIrsyad Yusuf yang sudah rela dengan ikhlas menghibahkan tanahnya untuk kepentingan pembangunan dan peningkatkan laboratorium ini.”Gedung ini harus dioptimalisasikan seluas-luasnya sebagai tempat penelitian, pendeteksian dan sebagainya. Peralatan yang ada dan didukung dengan sdm yang ada harus dimaksimalkan. Saya janji akan bawa Menteri Kesehatan datang ke Nongkojajar biar tahu karya ini,” paparnya.

Secara terpisah, Asisten 1 Pemkab Pasuruan Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat , Anang, menambahkan pihaknya sudah berkomitmen dengan pihak Balai Penelitian untuk membawa laboratorium ini lebih baik dan lebih bermanfaat. “Kalau perlu lab ini bisa memunculkan sebuah formula untuk sebuah penyakit yang awalnya susah disembuhkan, dan menjadi gampang disembuhkan karena ada penelitian sebelumnya,” pungkas dia.

Acara dilanjutkan dengan penguntingan pita dan penandatanganan prasasti gedung yang diakhiri dengan peninjauan lapangan ke Posbindu PTM BBTKLPP Surabaya dan Pameran Produk Inovasi Teknologi Tepat Guna BBTKLPP Surabaya.