Menkes Tinjau Pasien Kasus Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat, Papua

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) meninjau langsung pasien kasus campak dan gizi buruk di RSUD Agats, Asmat, Papua, pada Kamis (25/1). Sejak September 2017 – 23 Januari 2018 RSUD Agast dan Tim Kesehatan baik dari Provinsi dan Kabupaten telah menangani 646 pasien kasus Campak, 144 pasien Gizi Buruk, 4 pasien kasus Campak plus Gizi Buruk, serta 25 pasien suspek Campak.

Menkes tiba di Timika Kamis (25/1) pukul 06.05 WIT. Kedatangannya disambut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloisius Geyai dan Sekda Mimika Ausilius You. Selang beberapa saat kemudian, Menkes Nila dan rombongan terbang ke Agats, Kabupaten Asmat menggunakan pesawat kecil jenis Twin Otter milik Airfast.

Dalam tinjauannya ke RSUD Agats, Menkes bersama Kepala Badan PPSDM, Usman Sumantri; Dirjen P2P, Mohamad Subuh; Dirjen Pelayanan Kesehatan, Bambang Wibowo; dan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Maura Linda Sitanggang, menyaksikan langsung satu persatu pasien anak dengan campak dan gizi buruk di ruang Aula RSUD Agats.

Menkes dikesempatannya juga menanyakan kondisi kebersihan di sekitar rumah pada salah satu ibu pasien di ruangan tersebut. Pasien itu menjawab di sekitar rumahnya terdapat banyak lumpur dan menjadi tempat bermain anaknya, dan cuci tangan pakai sabun pun tidak biasa dilakukan.

“Kenapa tidak cuci tangan, kalau tangan kotor terus makan kan banyak kuman, cacing yang ikut kemakan sama anaknya. Biasakan cuci tangan,” kata Menkes

Setelah itu, Menkes menyambangi pasien lainnya di Aula Gereja Protestan Indonesia yang berada di belakang RSUD Agats. Gereja itu dijadikan ruang rawat inap bagi pasien campak dan gizi buruk yang dalam masa pemulihan. Mayoritas kondisi mereka membaik terlihat dari kondisi tubuh secara umum, tidak ada keluhan, berat badan naik asupan makan dan minum tidak bermasalah.

Dikesempatannya, Menkes turut mengingatkan beberapa orang tua pasien agar selalu menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan, biasakan cuci tangan pakai sabun, dan memperhatikan kebersihan badan. Menkes juga turut serta mengunjungi pembangunan rumah sakit baru. Belum ada fasilitas alat kesehatan di sana, tapi beberapa ruang sudah ada tempat tidur. Namun demikian, Menkes Nila meminta Direktur RSUD Agats, Riechard Mirino agar mengutamakan ketersediaan air terlebih dahulu.

Menkes menegaskan penanganan masalah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua membutuhkan keterlibatan semua pihak. “Kementerian Kesehatan tidak mungkin bisa menangani sendiri. Kami hanya bisa memperbaiki dalam arti mengobati melalui pemberian imunisasi dan perbaikan gizi. Kita membutuhkan kehadiran pihak lain,” kata Menkes
Menurut Menkes, keterlibatan pihak-pihak lain terutama dalam hal penyediaan sarana transportasi dan bahan bakar minyak untuk menunjang pelayanan masyarakat Asmat yang hidup di daerah rawa. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi masyarakat Asmat, yaitu penyediaan sarana air bersih.

“Masyarakat Asmat itu tinggal di daerah dengan kondisi air payau. Akses air bersih sama sekali tidak ada. Ini harus kita perbaiki bersama. Untuk kebutuhan air bersih di RSUD Agast Kabupaten Asmat saja sangat sulit,” jelasnya.

Selain melakukan peninjauan ke RSUD Agats di Kabupaten Asmat Menkes juga menyempatkan diri mengunjungi RSUD Timika dan melakukan pertemuan dengan seluruh jajaran Dinas Kesehatan, KKP, RS, dan tenaga kesehatan lainnya di Provinsi Papua. Dimana Menkes ingin menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan sistem kewaspadaan dini dan respon yang harus diambil oleh teman-teman di Provinsi Papua serta apa yang bisa disiapkan oleh Kemenkes Pusat sebagai bentuk kolaborasi penanganan permasalahan kesehatan di Provinsi Papua.

Menkes bersama rombongan kembali ke Jakarta pada Jumat pagi dari Bandara Mozes Kilangin Timika. Sebelum berangkat meninggalkan Timika, Menkes Nila bersama rombongan menyempatkan diri meninjau Puskesmas Timika.