Gubernur Jawa Tengah membuka Seminar Nasional Hari Pengendalian Nyamuk 2019

Hari Pengendalian Nyamuk (HPN) selalu diperingati setiap tahunnya yang dilatarbelakangi karena penyakit tular vektor khususnya nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, filariasis dan lain-lain. Pemerintah telah menetapkan prioritas pencegahan dan pengendalian penyakit dengan target pada tahun 2025 Indonesia Eliminasi filariasis dan reduksi demam berdarah dengue serta pada tahun 2030 Indonesia eliminasi malaria. Di tahun 2019 ini tepatnya tanggal 13 Mei puncak hari peringatan Hari Malaria Sedunia di Bali telah dinyatakan komitmen 7 gubernur di regional Jawa Bali untuk dapat mencapai Eliminasi  Regional Jawa Bali pada tahun 2022.

Tepat tanggal 26 Agustus di Semarang, Jawa Tengah diadakan Seminar Nasional yang dihadiri oleh 600 peserta hadir ditengah-tengah acara Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP, Wakil Rektor Komunikasi dan Bisnis UNDIP Dr. Darsono SE, Akt, MBA,   Dinas Kesehatan Provinsi Seluruh Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten/kota, dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat termasuk yang memiliki Jurusan Parasitologi dan Entomologi seluruh Indonesia, para pakar dan penelitian di bidang vektor dan penyakit tular vektor seluruh Indonesia, peserta pusat, KKP, BBTKLPP, Poltekkes serta jajaran di Lingkungan Badan Litbangkes beserta UPTnya. 

 HPN 2019 kali ini merupakan yang ketiga kalinya diperingati di Indonesia setelah tahun 2018 diperingati di Surabaya dan tahun 2017 di Yogyakarta. HPN di Indonesia bersamaan dengan peringati Internasional Mosquito Day. Adapun sejarahnya peringatan Masquito Day didasarkan pada pertama lkalinya ditemukannya Plasmodium penyebab malaria ditubuh nyamuk Anopheles pada tanggal 20 Agustus 1897, sehingga mulai saat itu setiap tanggal 20 Agustus diperingati Mosquito Day, di Indonesia dikenal dengan Hari Pengendalian Nyamuk (HPN)

dr. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik  mengatakan untuk mengoptimalkan target di perlukannya dukungan semua pihak. Di antaranya masyarakat.”Demam berdarah, malaria juga kaki gajah adalah sebagian dari penyakit yang ditularkan oleh sektor nyamuk.”

“Target 2025 Indonesia mencapai eliminasi filariasis (kaki gajah) dan reduksi demam berdarah. Bahkan tahun 2030 Indonesia diharap mencapai eliminasi malaria,” paparnya di pembukaan seminar nasional hari pengendalian nyamuk 2019

Menurut Siti Nadia, pengendalian secara lintas sektoral merupakan upaya preventif pencegahan penyakit-penyakit tersebut.”Lebih efektif bila melibatkan masyarakat,” katanya, pengendalian lintas sektoral menurutnya cukup baik. Di antaranya peranan tim penggerak PKK Kota Semarang lewat gerakan satu rumah satu jumantik yang berkontribusi terhadap pengendalian demam berdarah di Semarang.

Dirjen P2P dr Anung Sugihantono, M.Kes dalam laporannya mengatakan Pengendalian vektor merupakan upaya preventif yang paling efektif dalam rangka pencegahan penyakit-penyakit tersebut. Pengendalian vektor akan lebih efektif dan memberikan hasil yang maksimal apabila melibatkan peran serta masyarakat. Sehingga peringatan HPN tahun ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan pastisipasi masyarakat dalam pengendalian vektor, hal ini sejalan dengan Kebijakan Pengendalian DBD

Peringatan HPN tahun 2019 ini mengambil tema “Melalui Pengendalian Nyamuk kita wujudkan Indonesia Bebas Penyakit Tular Vektor”. Sejalan dengan hal tersebut Asean Dengue Day ke 9 diperingati secara bersama dengan tema pada tahun ini adalah “Stop Dengue Mulai dari Saya

Adapun rangkaian kegiatan pada peringatan HPN dan AD tahun ini antara lain : 1). Workshop tenaga entomologist, 2). Seminar Nasional, 3). Workshop kolaborasi dengan Kemendikbud dalam rangka Peuatan peran Sekolah dalam rangka Reduksi Cacingan dalam DBD 4). Lomba Poster Ilmiah 5). Sosialisasi Permkes No 50 tahun 2017 6). Worshop Sistem Informasi Surveiens Vektor.

Pada peringatan HPN tahun ini Kementerian Kesehatan mendapatkan Piagam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas rekornya “Pemrakarsa Survei Nyamuk dengan Hasil Spesies terbanyak” yang langsung diserahkan utusan dari MURI  yang mewakili Kementerian Kesehatan diwakili oleh Dirjen P2P  dr. Anung Sugihantono, M.Kes

Kegiatan HPN dan ADD back to back dengan kegiatan yang dilaksanakan  B2P2VRP Salatiga dan Workshop di kota Semarang sejak tanggal 19 sampai dengan tanggal 23 Agustus 2019.

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP didampingi dirjen P2P dr. Anung Sugihantono, M.Kes diakhiri dengan mengunjungi stand pameran yang terselenggara berkat kerjasama Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota Universitas Diponegoro.