PENCARIAN
Kategori
WEBSITE TERKAIT
DOWNLOAD
Edaran
Aplikasi
e-library
Presentasi
Undangan
VIDEO KEGIATAN

21
FORUM

Jl. Percetakan Negara No. 29, Kotak Pos 223, Jakarta 10560 - Indonesia


Phone : 62214247608
Fax : 62214247807

BERITA - FOCUS TODAY

Pertemuan Konsolidasi Nasional Evaluasi, Perencanaan, serta Sosialisasi Program dan Petunjuk Teknis Pelaksanan Pencegahan dan Pengedalian HIV-AIDS dan PIMS oleh KKP
2017-08-25 14:52:57

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai Unit Pelaksana Teknis dari Ditjen P2P Kemenkes RI adalah garda terdepan dalam bidang kesehatan yang diberi amanat oleh negara untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Upaya ini dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pelayanan prima terhadap pelaku perjalanan (orang), alat angkut, dan barang. KKP adalah unsur kesehatan yang dekat dengan pekerja di pelabuhan, bandara udara dan wilayah perbatasan. Oleh karena itu, KKP perlu berperan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit termasuk HIV AIDS dan PIMS di wilayah kerjanya.

 

Demikian penuturan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Karantina Kesehatan Direktorat Sureilans Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes RI pada pembukaan Pertemuan Konsolidasi Nasional Evaluasi, Perencanaan, serta Sosialisasi Program dan Petunjuk Teknis Pelaksanan Pencegahan dan Pengedalian HIV-AIDS dan PIMS oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, pada (24/8) di Jakarta.

 

Pertemuan yang bertujuan untuk meningkatkan konsolidasi antar stakeholder yang terlibat dalam proses kegiatan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan PIMS di pelabuhan ini dilaksanakan, pada tanggal 23 - 25 Agustus 2017 dan di ikuti oleh wakil-wakil kementerian/lembaga, Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, KPAN dan KPAD Provinsi/Kabupaten/Kota.

 

Lebih lanjut, dr. Asjikin Iman dalam sambutan mengatakan upaya Pencegahan dan Pengendalian HIV AIDS dan PIMS diarahkan pada pencapaian Target 3 Zero (Three Zero) yaitu Zero infeksi, Zero kematian dan Zero diskriminasi. Untuk mencapai target tersebut dilakukan berbagai upaya, termasuk memperluas testing untuk menentukan status HIV agar mereka yang HIV positif (Orang Dengan HIV AIDS - ODHA) dapat (1) segera diobati, sehingga (2) kualitas hidup mereka membaik, (3) kematian dapat dicegah, dan (4) mereka dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

 

Sepanjang tahun 2016,  jumlah orang yang terinfeksi HIV di Indonesia berjumlah 41.250 kasus. Sedangkan dari laporan triwulan I (Januari – Maret) tahun 2017 infeksi HIV sudah mencapai 10.376 kasus.  Persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25 – 49 tahun (69.6%) dengan distribusi HIV yang terus menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia. Seperti kasus HIV dan AIDS, IMS juga selalu menjadi permasalahan epidemis di Indonesia. Data Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) tahun 2015 menunjukan bahwa kelompok pekerja pelabuhan menjadi salah satu sasaran penting upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS dan PIMS.

 

“Untuk itu, saya minta setelah pertemuan ini agar para peserta mampu melaksanakan program pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dan PIMS di wilayah kerja masing-masing dengan memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya secara efektif, efisien, bermutu dan sesuai aturan dan pedoman yang berlaku. Sehingga kita akan mampu mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan serta dapat melakukan koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam melaksanakan tugas di lapangan,” ujar beliau di akhir sambutannya.

 

Pertemuan Konsolidasi Nasional Evaluasi, Perencanaan, serta Sosialisasi Program dan Petunjuk Teknis Pelaksanan Pencegahan dan Pengedalian HIV-AIDS dan PIMS oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan menghasilkan Komitmen Bersama, antara lain : 1) meningkatkan Koordinasi dan Kolaborasi dengan seluruh pihak terkait untuk menyukseskan perencanaan dan pelaksanaan serta mewujudkan pencapaian target program Nasional kegiatan upaya Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS dan PIMS di wilayah pelabuhan; 2) saling mengerahkan sumber daya yang dimiliki masing-masing instansi untuk mendukung pelaksanaan program Nasional Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS dan PIMS di Pelabuhan; 3)melakukan monitoring evaluasi kegiatan secara bersama dalam upaya pelaksanaan program Nasional Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS dan PIMS di Pelabuhan; 4) meningkatkan kinerja Pokja Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS dan PIMS di Pelabuhan; 5) mengintegrasikan momentum Hari Perhubungan, Hari Kesehatan dan Hari AIDS Sedunia untuk gerakan edukasi dan VCT massal.