Dirjen P2P Lantik 5 Pejabat Administrator dan 52 Pejabat Pengawas di Lingkungan Ditjen P2P

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, pada (28/12) melantik  57 orang yang terdiri dari 5 Pejabat Administrator dan 52 Pejabat Pengawas di Lingkungan Direktorat Jenderal P2P Kemenkes RI di Kantor Ditjen P2P Jakarta Pusat.

Pelantikan pejabat ini menurut dr. Subuh dalam sambutannya janganlah dipandang secara parsial dan dianggap sebagai tradisi pengesahan kepemimpinan, namun pelantikan ini merupakan implementasi kebijakan membina dan meningkatkan karir pegawai, serta sebagai bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja dalam mengadaptasi lingkungan strategis yang berubah sedemikian cepat, sehingga pejabat yang dilantik diharapkan dapat cepat menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Dengan demikian pembinaan karir harus selalu dilihat sebagai salah satu tujuan dari keseluruhan kebijakan pemantapan organisasi dalam rangka menciptakan pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi.

“Bagi pejabat baru saya berpesan, bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberi teladan dalam kebaikan dan menginspirasi orang yang  dipimpinnya untuk berupaya mencapai tujuan organisasi serta membimbing dan mengarahkan stafnya untuk mencapai tujuan organisasi tersebut,”ujar dr. Subuh

Hal lain yang saya tekankan adalah sikap loyalitas dalam arti yang positif, hal ini mutlak mengingat  loyalitas akan membawa ketaatan terhadap penugasan dari pimpinan dan pada aturan. Dengan sikap loyal akan memudahkan untuk mewujudkan tim kerja yang kompak, solid, terpadu dan kuat, hal ini menyebabkan kinerja Kementerian Kesehatan khususnya Ditjen P2P menjadi optimal, tegas dr. Subuh

Perlu disadari bahwa jabatan bukan hak tetapi kepercayaan dari pimpinan, amanah dan bukan berarti begitu diangkat harus terus selamanya sampai pensiun. Tentu dalam menjalankan tugas akan ada evaluasi, kalau kinerja baik loyalitas baik, dipercaya maka karier akan terus meningkat, tetapi apabila kinerja, sikap perilaku tidak baik, tidak ada loyalitas, tidak bisa bekerja sama dan tidak membawa kemajuan unit kerjanya, pimpinan berhak melakukan rotasi, mutasi ataupun penggantian demi kepentingan organisasi. Sebagai pimpinan kita harus siap bekerja keras dan siap mewujudkan layanan terbaik pada masyarakat bukan sebaliknya menuntut fasilitas dan minta dilayani. Jauhkan dari sifat-sifat sombong dan merasa berkuasa, karena sesungguhnya pejabat adalah penanggung resiko.

Dalam bekerja hendaknya berwawasan jauh ke depan, dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi. Mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai sumber dan memanfaatkan sumber daya secara optimal, sehingga dapat menghasilkan produktifitas kerja secara  optimal.

“Saya berharap kepada pejabat yang baru dilantik agar segera dan secepatnya menyesuaikan diri dengan tugas barunya. Jadikan diri anda sebagai pemimpin-pemimpin yang dapat dipercaya, amanah, bisa dipegang ucapannya, dan siap melayani,”harap dr. Subuh

Bagi keluarga pejabat yang baru dilantik, dr. Subuh mengucapkan selamat dan diiringi harapan agar selalu memberikan dukungan, semangat, dan doa bagi suksesnya pelaksanaan tugas suami tercinta. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa individu dalam menyelesaikan tugas-tugasnya membutuhkan dukungan sosial salah satunya berasal dari keluarga, oleh karena itu keluarga merupakan salah satu pihak yang juga dapat memotivasi.

Adapun harapan yang disampaikan dr. Subuh diakhir sambutannya, antara lain: 1) Pejabat yang baru dilantik agar dapat melakukan inovasi-inovasi, kreatifitas dalam bekerja sehingga dapat merubah mind set  “business as usual” hal ini untuk memperbaiki kinerja dan motivasi  organisasi, namun tetap dalam koridor yang benar; 2)  harus jujur dan terbuka, dan bersedia menerima kritik dan saran sebagai kontrol dari kepemimpinan Saudara; 3) Sebagai pemimpin, Saudara diharapkan dapat menimbulkan kegairahan kerja, menciptakan suasana kerja yang kondusif, sehingga staf dapat menjalankan tugasnya dengan nyaman, tenang, penuh percaya diri, santai, serius dan tegas, namun tetap sesuai dengan aturan yang benar; 4) Senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab; dan 5) Memperkuat jejaring kemitraan dengan lintas sektor/ lintas program agar saling bersinergi dalam program/ kegiatan bersama.