Dirjen P2P Gaungkan 6 Pilar Transformasi Pada Binwil Provinsi Aceh

Aceh (14/11), Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit melalui Direktorat Pengelolaan Imunisasi menggelar Pertemuan Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Pembinaan Wilayah (Binwil) di Provinsi Aceh. Pertemuan ini merupakan sebagai sarana komunikasi dalam meningkatkan sinergitas dan kolaborasi serta monitoring evaluasi untuk mengetahui hambatan dan akar masalah implementasi 6 pilar transformasi kesehatan dalam upaya percepatan capaian pembangunan kesehatan nasional dan daerah. Pembangunan kesehatan dilaksanakan oleh semua komponen bangsa, sehingga diperlukan kerjasama dan koordinasi yang baik antara program dan sektor, di pusat maupun daerah.

Dalam Laporannya Direktur Pengelolaan Imunisasi dr. Prima Yosephine., MKM menuturkan bahwa “Pertemuan ini merupakan pertemuan ketiga dimana sebelumnya telah dibahas dan didiskusikan terkait Pembinaan Wilayah Kebijakan dan Strategi Peningkatan dan Pemerataan Mutu Tenaga Kesehatan, Kebijakan Dan Strategi Penurunan Stunting, Kebijakan dan Strategi Imunisasi, Kebijakan dan Strategi Penguatan Layanan Rujukan, hingga pembelajaran baik terkait program Imunisasi, program Penanganan Stunting, program Penemuan Terduga dan Kasus TB di kabupaten/kota di Aceh” Ungkapnya.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Provinsi Aceh dr. Hanif menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas program pembinaan wilayah di provinsi Aceh yang telah di gelar untuk keitga kalinya. “Pada pertemuan sebelumnya telah disepakati beberapa hal dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan pendampingan Dinas Kesehatan Provinsi telah melanjutkan melaksanakan 6 pilar transformasi kesehatan bersama lintas program dan lintas sektor terkait di Aceh, dengan prioritas pada Program TBC” Tuturnya.

Sementara itu dalam arahannya Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dr. Maxi rein Rondonuwu., DHSM., MARS mengungkapkan kesepakatan yang telah di capai pada pertemuan sebelumnya yaitu Menguatkan kerja sama antara pengelola TBC (Wasor) dengan TO (Technical Officer TB) dalam meningkatkan penemuan kasus, cakupan pengobatan, angka keberhasilan pengobatan, dan cakupan terapi pencegahan Tuberkulosis, Melengkapi data SITB yang belum lengkap, Melakukan investigasi kontak serumah dari pasien TBC dan diberikan terapi pencegahan TBC bagi yang memenuhi syarat, Melakukan contact tracing terhadap pasien TBC yang DO atau lost follow up, Melibatkan komponen masyarakat serta mantan pasien TBC dalam pengendalian TBC. Dan pada program Imunisasi Pada, dilakukan dengan : Mensosialisasikan Instruksi Gubernur nomor 08/INSTR/2023 tanggal 15 Agustus 2023 tentang pelaksanaan kegiatan bulan imunisasi anak sekolah di Aceh tahun 2023 serta Melakukan pemetaan dan pelacakan anak-anak yang belum atau tidak lengkap imunisasinya, serta menindaklanjutinya dengan pemberian imunisasi kejar untuk mengurangi angka Zero Dose dan mencapai kekebalan kelompok dan mencegah KLB PD3I.

Beliau pun mengatakan bahwa “kita bersama – sama berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan semua program yang sudah disepakati pada pertemuan- pertemuan sebelumnya demi tercapainya target target program prioritas dan mensukseskan 6 pilar transformasi kesehatan bersama lintas program dan lintas sektor terkait di Aceh.” Imbaunya. (SSH)

Kementerian Kesehatan tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika terdapat potensi suap atau gratifikasi silahkan laporkan melalui HALO KEMENKES 1500567 dan https://wbs.kemkes.go.id

Berita Terkait lainnya >

Posting Terbaru >