PENCARIAN
Kategori
WEBSITE TERKAIT
DOWNLOAD
Edaran
Aplikasi
e-library
Presentasi
Undangan
VIDEO KEGIATAN

21
FORUM

Jl. Percetakan Negara No. 29, Kotak Pos 223, Jakarta 10560 - Indonesia


Phone : 62214247608
Fax : 62214247807

BERITA - BERITA TERBARU

KKP Kelas III Merauke Selenggarakan Simulasi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKM-MD)
2017-09-12 16:20:19

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Merauke yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Lintas Sektor terkait dari TNI AU, Basarnas, Kepolisian dan Perhubungan, pada (9/9) menyelenggarakan Simulasi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKM-MD) di Bandara Udara Mopah Merauke.

 

Simulasi yang diselenggarakan ini merupakan suatu latihan seluruh petugas KKP yang bekerjasama dengan lintas sektor terkait lainnya di wilayah bandara dalam mencegah dan menangkal masuknya penyakit di Pintu Masuk Negara (Bandara, Pelabuhan, Lintas Batas Darat Negara) sesuai dengan International Health Regulations (IHR) 2005. Selain itu simulasi ini juga merupakan kegiatan lanjutan setelah jajaran kesehatan dan lintas sektor terkait menyusun dan menyepakati dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) Menghadapi KKM-MD.

 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM selaku Inspektur Upacara pada Apel pelaksanaan Simulasi menyampaikan dalam sambutannya bahwa untuk mewujudkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam antisipasi terjadinya kedaruratan kesehatan masyarakat dan KLB/Wabah, dapat ditempuh dengan langkah-langkah, yaitu penyusunan pedoman, penyusunan rencana kontijensi, pelatihan dan sosialisasi, table top exercise dalam melakukan respon terhadap terjadinya kedaruratan kesehatan, dan simulasi  untuk menilai kesiapan dan kemampuan di lapangan jika terjadi kedaruratan.

 

Tujuan simulasi ini, kata dr. Subuh adalah Pertama, menguji apakah Renkon telah dipahami oleh para pemangku kepentingan sesuai tugas tanggung-jawab masing-masing. Kedua, apakah para pemangku kepentingan mampu melaksanakan prosedur yang dituangkan dalam  Renkon tersebut. Ketiga, apakah prosedur Renkon tersebut  layak dilaksanakan atau feasible/ operable/ implementable dan benar-benar dapat mencegah atau sekurang-kurangnya menekan munculnya risiko yang tidak diinginkan, termasuk kerugian moril dan materiil, harta dan nyawa.

 

Oleh karena itu, jika telah ada Pedoman dan Renkon serta bila simulasi ini kelak menunjukkan hasil penilaian bahwa setiap pemangku kepentingan dapat melaksanakan tugas-tanggungjawabnya dengan baik, hal ini  merupakan  indikator bahwa semua intansi di Bandara Mopah mempunyai kapasitas dalam penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat.

 

Untuk itu saya mengingatkan bahwa pemenuhan dan penerapan kapasitas IHR (2005) di Bandara Udara Mopah Merauke merupakan tanggung jawab bersama seluruh lintas sektor terkait termasuk kalangan swasta, dunia usaha dan masyarakat di bandara ini. Kantor Kesehatan Pelabuhan merupakan penanggungjawab teknis di bidang kesehatan, ujar dr. Subuh

 

Derasnya arus globalisasi dan pesatnya perkembangan IPTEK telah memungkinkan mobilitas masyarakat dunia semakin cepat. Perpindahan orang, alat angkut dan barang secara  cepat dari negara ke negara melalui udara, laut dan darat berperan dalam penyebaran penyakit menular. Dalam beberapa dekade terakhir, komunitas global menghadapi tantangan berbagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Pandemi penyakit menular seperti seperti : Influenza,  Middle Eastern Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Ebola berpotensi menimbulkan KKM-MD. Hal ini tidak hanya menyebabkan penderitaan masyarakat di berbagai negara, namun juga akan mengurangi kepercayaan publik terhadap negara yang bersangkutan, melemahkan dasar ekonomi, perubahan tatanan sosial dan ketidakstabilan regional.

 

“saya berharap dengan kegiatan simulasi ini dapat diidentifikasi hal-hal yang perlu disempurnakan dalam prosedur menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat dan terbangun kerjasama yang erat, sinergi yang lebih baik, saling percaya yang lebih besar  dan saling dukung yang lebih kuat antara satuan kerja/instansi/lembaga di Bandara ini,” ungkap dr. Subuh